Rangkul FT ULM, Balitbangtan desain infrastruktur program SERASI

Kamis, 5 September 2019 | 19:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) tentunya membutuhkan kolaborasi yang apik dari berbagai pihak, salah satunya dari Perguruan Tinggi. Kali ini  Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra) dengan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (FT ULM) untuk menggaungkan lahan rawa.

Kerjasama tersebut tertuang dalam MOU antara Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra) dengan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (FT ULM) kemudian ditandatangani Ir. Hendri Sosiawan, CESA selaku Kepala Balittra dengan Dr. Bani Noor Muchamad, ST., MT Dekan FT ULM. Turut hadir Ketua Prodi Teknik Sipil FT ULM, Dosen pengajar jurusan Teknik Sipil, Peneliti-peneliti Balittra, dan juga Mahasiwa Prodi Teknik Sipil FT ULM.

Dekan FT ULM Bani Noor dalam rilisnua di Jakarta, Kamis (5/9/2019) mengaku sangat antusias dan senang karena Balittra bersedia bekerja sama dengan FT ULM khususnya Program Studi Teknik Sipil. “Sangat membanggakan sekali karena antara Balittra dan FT ULM memiliki satu visi yang sama, yaitu menggaungkan lahan rawa. Namun pada implementasinya kami jauh masih kurang, berbeda dengan Balittra yang memang terjun langsung untuk mengelola lahan rawa," kata Bani.

Untuk kedepannya teknologi lahan rawa yang ada harus bisa diimplementasikan di lapangan bukan hanya sekedar menjadi bahan kajian semata. Selain itu, mahasiswa yang risetnya mengenai lahan rawa nantinya diharapkan bisa melakukan penelitian di Balittra maupun area-area yang berada di bawah naungan Balittra.

Kepala Balittra Hendri Sosiawan mengaku MOU ini adalah kali pertama Balittra bekerja sama dengan selain Fakultas Pertanian.  "Saya yakin hal ini akan membawa dampak yang sangat besar nantinya karena kontribusi teknik sipil sangat dibutuhkan untuk pengembangan lahan rawa terutama dalam desain infrastrukturnya," urainya.

Mengingat program pemerintah dalam pengembangan pertanian di lahan rawa melalui program #SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan petani) maka akan banyak pembangunan infrastruktur yang harus implementatif di area Sumatera dan Kalimantan. Target 2 tahun ini adalah 1 juta hektar lahan rawa yang harus di optimalisasi.

Hendri berharap kerja sama ini akan terus berkelanjutan. “Setelah ini kami akan intensif dengan dosen-dosen Teknik Sipil dan juga Mahasiswa untuk membuka pintu kerja sama penelitian di seluruh area binaan kami demi terciptanya desain infrastruktur yang implementatif untuk pengembangan lahan rawa berkelanjutan," lanjut Hendri.

Bukan hanya itu saja, dalam kegiatan ini nahkoda Balittra memberikan kuliah tamu untuk para mahasiswa dengan tema “Hidrologi dan Pengelolaan Infrastruktur Lahan Rawa," kata dia.

Dihadapan Mahasiswa Teknik Sipil FT ULM, Hendri berpesan bahwa ilmu hidrologi rawa harus dipelajari dengan sungguh-sungguh. “Karena ilmu, terkadang hanya butuh dihafal tanpa perlu dipahami. Sedangkan pemahaman, perlu diilmui, dihafal, dan dimengerti. Dengan begitu, masa depan rawa akan lebih bisa diandalkan," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: