Warga Surabaya ramai-ramai beli properti di luar negeri, ini alasannya

Jum'at, 6 September 2019 | 08:52 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Investasi di sektor properti dinilai masih cukup menjanjikan di tengah kondisi perekonomian yang belum membaik, salah satunya adalah harganya yang terus naik.

Bahkan bukan hanya properti di dalam negeri saja, namun sejumlah properti di sejumlah negara juga banyak diincar pembeli Indonesia termasuk Surabaya. Mereka menilai selain harganya yang kompetitif, juga banyaknya kemudahan ketika transaksi properti asing.

Hal itu pula yang terungkap pada gelaran pameran properti internasional, World Property Insight (WPI) 2019 yang digelar Galaxy Property bersama Raywhite Platinum Group di Surabaya pada 5-8 September 2019.

Managing Director Galaxy Property, Henry Nugraha mengatakan, animo pasar properti di Surabaya terhadap produk properti internasional dalam tiga tahun terakhir cukup tinggi. Hal itu terlihat dari gelaran pameran properti internasional yang digelar sejak 2017 lalu.

"Investor properti di Surabaya umumnya adalah mereka yang mendiversifikasi investasinya. Artinya, selain investasi di dalam negeri mereka juga punya animo tinggi investasi di luar negeri. Tujuannya bisa bermacam-macam, untuk investasi dengan harapan ada capital gain atau untuk tempat tinggal bagi anak-anaknya yang belajar di luar negeri. Ada juga yang ingin pensiun di luar pada masa hari tuanya. Semua itu merupakan segmen yang kita kejar,” kata Henry di sela pameran, Kamis (5/9/2019).

Adapun produk properti yang ditawarkan dalam pameran properti internasional itu beragam mulai hunian tapak (landed), ruko, hingga apartamen bertingkat (high rise) di sejumlah negara seperti Australia (Melbourne, Sydney, Perth), Spanyol (Barcelona, Madrid), Indonesia (Bali, Lombok), Singapura, Jerman, Thailand, Dubai, Inggris, Selandia Baru, Jepang, Kamboja, dan Portugal.

Henry menyatakan, sejauh ini properti Australia masih menjadi primadona karena banyak orang Surabaya yang menyekolahkan anak-anak di negara tersebut. Namun demikian, properti dari negara lain kini juga menjadi incaran investor seperti di Spanyol terutama di kota Barcelona dan Madrid. Termasuk juga produk dari Bali di lokasi Cangu dekat pantai dengan potensi rental yang tinggi serta villa Gili Terawangan di Lombok.

"Bali dan Lombok dianggap sebagai destinasi internasional dan sebagai pulau yang banyak dituju oleh orang asing, sehingga mempunyai nilai investasi yang tinggi. Seperti di Gili Terawangan ada buyback guaratee sampai 140 persen. Itu sangat menarik bagi investor. Apalagi, di pulau ini banyak sekali bule-nya sampai di sana mengalami kekuranganan kamar," terangnya.

Henry menegaskan penawaran terhadap properti di luar negeri melalui pameran tersebut bukan berarti pihaknya bermaksud menyaingi produk properti di Indonesia. Itu pula yang menjadi alasan pameran kali ini menghadirkan juga properti di Eropa sebagai alternatif investasi properti di luar negeri. Dimana saat ini harga properti di beberapa negara Eropa cukup murah pasca mengalami krisis ekonomi dan sampai hari ini belum juga pulih.

"Dengan harga nvestasi sekitar Rp 3 miliar kita sudah dapat toko di pinggir jalan di Spanyol. Selama lima tahun terakhir yang borong properti di sini orang Tiongkok, jadi permintaan bagus dan harga cenderung naik. Kita juga ingin tawarkan kepada investor di Surabaya properti di Spanyol dan negara-negara di Eropa lainnya yang demand-nya terus naik ini untuk bisa dipertimbangkan, sebagai pelengkap dalam berinvestasi,” tandas Henry.

Principal Raywhite HR Muhammad, Bambang Budiono, menyatakan pasar properti internasional cukup bagus di Surabaya. Pasarnya cenderung meningkat sebab kini orang juga mulai berpikir investasi ke luar karena mulai tahu keuntungannya. Selama ini pihaknya sudah menjual ratusan unit properti di luar negeri.

"Dengan animo pasar terhadap properti internasional sekarang, kalau setahun lalu penjualan kita tutup dengan 23 unit, maka pada pameran kali ini kita targetkan penjualan diatas 30 unit dengan harga properti mulai Rp 2 miliar sampai Rp 4 miliar per unit,” ujarnya. kbc7

Bagikan artikel ini: