Kisruh PB Djarum dan KPAI, Erick Thohir akan ajak duduk bersama

Senin, 9 September 2019 | 13:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir merasa prihatin dengan adanya perbedaan pendapat antara Perkumpulan Bulutangkis Djarum (PB Djarum) dan Komisi Perlindungan Anak (KPAI). Kisruh keduanya membuat PB Djarum menghentikan audisi pencarian bibit pebulutangkis yang sudah mereka gelar rutin sejak 2006. Keputusan PB Djarum itu sontak membangkitkan reaksi publik dengan beramai-ramai mengecam KPAI yang telah mengampanyekan bahwa PB Djarum mengeksploitasi anak-anak untuk kepentingan industri rokok melalui event audisi pebulutangkis.

Sebagai sebagai salah satu pimpinan stakeholder olahraga, Erick ingin mencari jalan tengah atas perbedaan kedua lembaga yang sebenarnya ingin sama-sama membangun bangsa Indonesia ini.

Erick menilai di satu sisi KPAI ingin memberikan perlindungan kepada anak. Namun di sisi lain olahraga Indonesia saat ini masih sangat bergantung dari peran dunia usaha, dalam upaya membantu pembibitan atlet maupun prestasi olahraga Indonesia.

"Kami secara internal akan berdiskusi dan kemudian memanggil kedua pihak untuk duduk bersama. Karena sebenarnya, baik PB.Djarum maupun KPAI memiliki tujuan yang sama ingin membangun negara kita tercinta ini. KPAI dan PB.Djarum dua lembaga yang sama-sama dibutuhkan untuk bangsa Indonesia. Oleh sebab itu saya ingin kedua pihak duduk bersama sehingga mendapatkan solusi terbaik untuk bangsa kita khususnya dunia olahraga." ujarnya, Minggu (8/9/2019).

Erick yang juga anggota Dewan Olimpiade Dunia ini menambahkan terlebih cabang olahraga bulutangkis hingga saat ini menjadi satu-satunya cabang olahraga yang mampu menyumbang medali emas bagi Indonesia di kancah Olimpiade.

"Saya ingin kita semua tidak terjebak dalam pemikiran yang berbeda tanpa adanya solusi untuk membangun bangsa Indonesia," pungkas Erick. kbc9

Bagikan artikel ini: