Selalu anjlok saat panen, APTI minta Pemprov Jatim buat regulasi soal harga tembakau

Senin, 9 September 2019 | 21:15 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Pamekasan meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur turun tangan atasi persoalan anjloknya harga tembakau saat panen. 

Ketua APTI Pamekasan, Samukrah mengatakan bahwa selama ini, petani tembakau di wilayah Madura selalu mengalami persoalan yang sama  di saat panen tiba, yaitu rendahnya harga tembakau. Kondisi tersebut dinilai sangat merugikan petani.  

"Petani tembakau di Sumenep dan beberapa wilayah Madura selalu mempunyai masalah yang tidak pernah selesai, karena tidak adanya regulasi soal harga, sehingga selalu dirugikan," ujar Samukrah dikonfirmasi dari Surabaya, Senin (9/9/2019).

Padahal petani selalu berharap hasil panen dibeli dengan harga yang tinggi agar bisa memenuhi kebutuhan sepanjang tahun. "Yang kami inginkan adalah pembelian dengan harga tinggi di saat hasil bagus pada musim panen berlangsung, dan tidak menunggu terlalu lama karena akan menurunkan harga," katanya.

Melihat kondisi tersebut, APTI menganggap perlu adanya regulasi yang jelas di tingkat provinsi agar harga tembakau tidak dipermainkan oleh perusahaan. 

Ia mengatakan, keberadaan lahan tembakau di Sumenep mencapai 22 ribu hektare dan hasil panen tahun 2019 diprediksi mencapai 12 ribu ton, atau separuh lebih hasil panen tembakau Madura disumbang Sumenep.   

Data Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahutbun) Kabupaten Sumenep mencatat, produksi tembakau rajangan tahun 2019 diperkirakan mencapai 8.600 ton, data itu diketahui dari luas area tanaman tembakau mencapai 14.337 hektar atau setara 67 persen dari ploting area tembakau tahun 2019 sebanyak 21.893 hektar. kbc6

Bagikan artikel ini: