Minat garap proyek mobil listrik di Indonesia, Grab minta insentif pemerintah

Rabu, 11 September 2019 | 06:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Grab tengah mempertimbangkan untuk ikut terlibat dalam proyek pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Namun demikian, perusahaan tersebut berharap pemerintah Indonesia memberikan sejumlah insentif bagi para pelaku usaha yang terlibat.

Executive Director Grab Indonesia Ongki Kurniawan mengatakan, Grab masih mempertimbangkan daftar insentif apa saja yang mau diusulkan kepada pemerintah.

"Tentunya kita harapkan adanya insentif dari pemerintah untuk bisa membuka jalan bagi pelaku bisnis ini untuk jadi lebih agresif lagi untuk invest di mobil listrik," katanya di sela peluncuran kategori 'Clean & Fix' di aplikasi Grab, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Karena itu, lanjut dia, pihaknya akan menjalankan pilot project penggunaan mobil listrik di Indonesia. Langkah ini, akan memberikan masukan terkait pemanfaatan mobil listrik oleh mitra pengemudi.

Ongki menjelaskan, pilot project tersebut sudah dilakukan pihaknya di Singapura. "Akan menjalankan pilot project mobil listrik di Indonesia. Langkah serupa sudah dijalankan di Singapura," ujar dia.

Selain melihat dampak ekonomi, pilot project tersebut dapat memberi masukan terkait bentuk insentif apa saja yang dibutuhkan pelaku usaha. "Kita mesti lihat dulu cost structure-nya. Lagi kita pelajari. Kita terus lakukan benchmark, karena di Singapura sendiri sudah kita launch piloting mobil listrik," ungkapnya.

"Jadi kalau di Singapura itu perbedaan antara cost per kilometer untuk gasoline sama electricity itu sekitar 60 persen dan pas kita jalankan di Singapura, itu business case-nya masuk buat kita. Kita harapkan business case di Indonesia bisa masuk nggak untuk itu (mobil listrik)," jelas dia.

Dia pun belum mengungkapkan produsen mobil mana yang akan digaet untuk menjalankan proyek tersebut. Namun, jika menilik proyek serupa di Singapura, pihaknya menggandeng pabrikan mobil asal Korea Selatan Hyundai Motor Company.

"Kita di Singapura kerja sama dengan Hyundai. Kita juga look forward untuk kerja sama lagi dengan Hyundai di Indonesia, saya dengar Hyundai akan bangun manufacturing facility di sini juga. Jadi itu pasti salah satu yang kita pelajari juga," imbuhnya.

Tentu diharapkan, pilot project tersebut dapat memberikan data dan masukan yang bermanfaat bagi pemanfaatan mobil listrik di Indonesia. "Kita masih dalam tahap pilot sekarang kita sifatnya masih kerja sama dengan beberapa manufacturing company. Kita coba dapat data-datanya dulu, sebenarnya satu baterai itu range-nya berapa jauh, kemudian keamanan dari baterai itu kita harus jaga," ujar dia

"Ini masih dalam tahap colection data. Kalau sudah cukup lengkap datanya kita akan siap plan untuk deployment lebih luas lagi buat mitra pengemudi kita," lanjut Ongki.

 Dalam pelaksanaan pilot project tersebut, kata dia, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan mobil listrik di Indonesia.

"Itu pentingnya kita ngobrol dengan berbagai stakeholder. Mulai dari penyedia listriknya, PLN, yang akan membangun charging station, kita sebagai penyedia demand," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: