Aspal plastik bakal masuk komponen lelang pemeliharaan jalan

Rabu, 11 September 2019 | 06:54 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mempertimbangkan penggunaan aspal plastik untuk dimasukkan sebagai salah satu komponen lelang proyek pemeliharaan atau peningkatan jalan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya perluasan pemanfaatan teknologi aspal plastik.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII, Akhmad Cahyadi mengatakan, pihaknya terlebih dulu akan melakukan kajian untuk mengetahui berapa panjang jalan yang pemeliharaannya menggunakan teknologi aspal plastik setiap tahunnya. Sehingga nantinya kontraktor tinggal mengerjakannya.

"Aspal plastik merupakan pemanfaatan limbah plastik sebagai campuran agregat cairan aspal. Teknologi ini telah dikembangkan Kemen PUPR sejak 2012. Akan kami lihat juga perkembangan pemanfaatan aspal plastik ini. Karena kalau nantinya terlalu besar (penggunaan aspal plastik dalam lelang infrastruktur), dikhawatirkan produsen limbah plastik kesulitan memasuki," ujar Akhmad usai penyerahan bantuan alat pencacah plastik di Solo, Selasa (10/9/2019).

Menurut Akhmad, meskipun terbukti lebih awet, penggunaan aspal plastik tersebut belum populer di Tanah Air. Untuk itu pihaknya akan terus melakukan sosialisasi sekaligus mengevaluasi pemanfaatan teknologi itu dari berbagai sisi. Di antaranya terkait ketersediaan mesin pencacah plastik, manajemen pengadaan, teknis pencampuran agregat, hingga pelaksanaan kegiatan pengaspalan.

Menurut Akhmad, berdasarkan hasil penelitian, aspal dicampur plastik ini mempunyai kualitas lebih baik karena bersifat elastis. Sehingga bisa menggantikan agregat minyak dari aspal biasa yang menguap.

"Kalau pemanfaatannya, kurang lebih 1 kilometer panjang jalan selebar 7 meter dengan tebal lapisan atas 5 cm, butuh 3-5 ton plastik yang sudah tercacah. Tetapi, harus plastik kresek yang sudah dibersihkan," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: