Cerita Ketua DPRD: Dari Surabaya, Pak Habibie bangun industri pertahanan matra laut

Kamis, 12 September 2019 | 08:47 WIB ET

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Presiden ke-3 RI, BJ Habibie.

Menurut Adi, Habibie mempunyai jasa besar bagi Surabaya, khususnya memperkuat industri pertahanan matra laut yang berbasis di Kota Pahlawan dengan membesarkan PT PAL.

”Beliau sebagai Bapak Teknologi Indonesia adalah inisiator, peletak fondasi pembangunan industri pertahanan. Khusus untuk matra laut, yang basisnya di Surabaya dengan kelahiran PT PAL, di mana beliau pernah menjabat sebagai direktur utama,” ujar Adi kepada wartawan, Rabu (11/9/2019). 

Adi lantas menunjukkan foto arsip Habibie bertahun 1985 saat peresmian status PAL menjadi persero, sebuah babak baru bagi modernisasi industri pertahanan nasional, khususnya matra laut. Sebelumnya, PAL adalah Penataran Angkatan Laut. Ketika itu, Habibie adalah Menristek dan sekaligus direktur utama PT PAL. 

”Ada masa di mana Pak Habibie punya hubungan intens dengan Surabaya, yaitu ketika beliau membesarkan PT PAL sebagai penopang terdepan alat utama sistem persenjataan terutama untuk pertahanan matra laut. Jabatan itu diemban Pak Habibie tak lama setelah beliau dipanggil pulang kembali ke Tanah Air dari Jerman oleh Presiden Soeharto,” jelas Adi yang merupakan mantan wartawan.

”Kemajuan industri pertahanan matra laut Indonesia, hingga sekarang menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mampu memproduksi dan menguasai teknologi kapal selam, tak lepas dari jasa Pak Habibie. Dan yang membanggakan, itu tempatnya di Surabaya, termasuk kapal selam sekarang dibikin di Surabaya,” imbuh Adi yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya.

Adi mengatakan, ikatan historis Habibie dan Surabaya itu selayaknya menyebarkan inspirasi bagi kaum muda Surabaya untuk meneladani kiprah BJ Habibie. Menurut Adi, ada tiga keteladanan utama yang bisa diambil dari Habibie.

Pertama, ketulusannya mencintai Indonesia. Habibie adalah sosok fenomenal di bidang teknologi dunia. Karirnya sangat moncer di Jerman. Banyak negara sangat menghormati Habibie. Bahkan, penemuannya telah membantu lahirnya banyak terobosan di industri teknologi dunia, khususnya kedirgantaraan.

”Hidup beliau diistimewakan di Jerman, tapi kecintaan kepada negeri membuatnya pulang, bersusah-payah, jungkir-balik membangun dunia teknologi Indonesia,” ujarnya.

Kedua, inovasi-inovasi teknologinya. ”Anak-anak muda perlu meneladani kiprah beliau yang sangat luar biasa di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan berbagai kemudahan pendidikan yang disediakan Pemkot Surabaya, anak-anak muda harus memanfaatkannya untuk menekuni ilmu pengetahuan secara total,” jelas Adi. 

Ketiga, inspirasi cinta dan kasih sayang. Kisah kasih sayang Habibie, istri, dan keluarganya telah menginspirasi banyak orang. 

”Nilai-nilai kesetiaan, cinta, dan kasih sayang Pak Habibie dan Ibu Ainun harus menjadi cermin bagi kita semua untuk mengokohkan keluarga sebagai peletak dasar revolusi mental,” pungkas Adi.

Bagikan artikel ini: