Bukalapak bidik transaksi US$5 miliar di tahun ini

Kamis, 12 September 2019 | 08:58 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Platform e-commerce Bukalapak berambisi untuk bisa menjadi sebuah sustainable e-commerce. Salah satu unicorn nasional ini optimistis bakal meraup target transaksi sebesar US$5 miliar sepanjang 2019.

Co-Founder dan President Bukalapak Fajrin Rasyad mengungkapkan, geliat bisnis perusahaan pada tahun ini terus menunjukan tren positif. Ini terlihat dari pendapatan laba kotor (gross profit) yang semakin meningkat selama setahun dan berkurangnya kerugian.

"Gross profit kita di tahun 2019 ini, di tengah tahun 2019 sebenarnya sudah tiga kali lipat dibanding tengah tahun lalu, year to date. Kalau misalkan dari sisi EBITDA, itu bulan Agustus kemarin ruginya sudah berkurang setengah dibandingkan dengan awal tahun," jelasnya, Rabu (11/9/2019).

"Jadi dalam waktu 8 bulan kita sudah mengurangi kerugian perusahaan, sehingga memang dalam jangka pendek kita berharap bahwa perusahaan akan segera sustainable," dia menambahkan.

Dia kemudian coba memberi gambaran terkait target perusahaan untuk menjadi sustainable e-commerce. Fajrin menyatakan, Bukalapak mau mengembangkan pasar, baik secara online ataupun offline.

"Sebenarnya kita tidak mengubah banyak dalam hal bidang industri. Kita tetap menargetkan mass market yang mana merupakan target pasar terbesar Bukalapak saat ini," ungkapnya.

Secara volume transaksi, ia melanjutkan, Bukalapak yakin itu akan mencapai US$5 miliar sepanjang 2019 ini, sesuai dengan proyeksi awal perusahaan.

"Kita pernah shared soal target GMV (Gross Merchandise Volume), target transaksi yang kita harapkan akan mencapai USD 5 miliar selama tahun ini. Itu kita optimis mencapai target," tegas dia.

Sementara itu terkait kabar PHK karyawan yang tengah beredar, manajemen Bukalapak mengklaim tak ada pemangkasan pekerja, dan saat ini jumlah karyawan mereka masih di kisaran 2.000 orang. 

Chief of Strategy Officer of Bukalapak, Teddy Oetomo mengatakan, pihaknya memang tengah melakukan penataan dari segi operasional untuk mendorong sustainability perusahaan. Penataan tersebut juga meliputi upgrade system dan SOP agar Bukalapak menjadi perusahaan unicorn yang profitable.

"Bukalapak bertujuan menjadi e-commerce yang berkelanjutan agar terus tumbuh dan memberi dampak dalam tahun-tahun ke depan. Jadi kami perlu melakukan penataan internal demi mencapai strategi bisnis jangka panjang, serta membuat perubahan yang diperlukan, dan memutuskan langkah mana yang diambil," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: