Dorong UMKM masuk pasar global, BI Jatim fasilitasi 11 pelaku usaha ekspor ke Singapura

Kamis, 12 September 2019 | 13:48 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sebanyak 11 Usaha Mikro Kecil dan Menengah telah berhasil menembus pasar Singapura melalui kerjasama dengan importir Singapura ANAPANA yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah mengemukakan bahwa sebagai bentuk dukungan terhadap upaya mengurangi defisit transaksi berjalan, Bank Indonesia secara konsisten berperan aktif dalam mendorong akselerasi ekspor, termasuk ekspor UMKM. Upaya tersebut tentunya tidak mudah, mengingat terdapat beragam tantangan bagi UMKM untuk mampu diterima di pasar luar negeri. 

Untuk itu, BI ingin menanamkan mindset kepada UMKM, bahwa menembus pasar global bukanlah suatu hal yang mustahil. Untuk itulah, BI Jatim kemudian melakukan berbagai program untuk memfasilitasi UMKM agar mampu menembus pasar luar negeri. 

“Sebanyak 11 UMKM mitra BI se-Jawa Timur dari wilayah Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Malang, dan Kediri telah bekerjasama dengan importir asal Singapura, ANAPANA”tutur Difi, Surabaya, Rabu (10/9/2019). 

Fasilitasi kerjasama oleh BI Jatim tersebut kemudian telah membuka peluang pasar bagi UMKM Jawa Timur untuk berekspansi ke pasar global, tidak hanya Singapura, namun juga ke negara-negara lain seperti Hongkong dan  Kanada.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Ketua Forum Industri Kecil Menengah (IKM) Jawa Timur.Muhammad Oskar, bahwa sinergi BI Jatim dengan Forum IKM telah dilakukan sejak tahun 2018. “Si Taraa atau Okantara, produk yang saya kembangkan, saat ini telah diterima baik di pasar Singapura”tuturnya.

Sinergi penguatan ekspor UMKM dengan menggandeng berbagai komunitas ini akan terus dilanjutkan, termasuk juga pendampingan kepada UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas dan kualitasnya untuk bersaing di pasar global.  “Kami ingin UMKM Jawa Timur bisa terus maju,” pungkas Difi.kbc6

Bagikan artikel ini: