Menhub belum larang pesawat lintasi langit berasap

Senin, 16 September 2019 | 06:20 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Meski kabut asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan masih terjadi dan mengganggu aktivitas penerbangan, namun Kementerian Perhubungan hingga kini belum memutuskan untuk melarang maskapai melakukan penerbangan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui ada beberapa penerbangan yang mesti delay bahkan di-cancel akibat imbas asap kebakaran hutan yang terjadi di Pulau Sumatera.

Meski demikian, Menhub menyatakan pihaknya hingga kini tidak mengeluarkan rekomendasi pelarangan terbang ataupun mendarat di wilayah imbas asap kebakaran. Dia menyatakan pihaknya bersama AirNav dan operator bandara hanya memberikan informasi mengenai situasi udara kepada maskapai.

"Nggak sampai pelarangan terbang sih kita, apa yang kita lakukan adalah berikan informasi dari waktu ke waktu buat maskapai. Nggak secara umum kami larang penerbangan," kata Budi di JCC Senayan, Minggu (15/9/2019).

Bahkan di Sampit yang dilaporkan Budi sebelumnya pernah mengalami pembatalan terbang pun, penerbangan masih dilakukan saat situasi udara aman. 

"Even Sampit masih ada penerbangan," ungkap Budi.

Kepada para maskapai pun Budi meminta agar bisa lebih sering koordinasi dengan AirNav saat ini. Pasalnya, soal lalu lintas udara yang tahu kondisinya pihak AirNav.

"Yang penting monitoring, silakan para maskapai koordinasi sama AirNav, di sana bagaimana regulasinya," kata Budi.

Saat ditanya soal kerugian akibat keterlambatan dan pembatalan penerbangan, Budi menyatakan hal itu masih dievaluasi. Pihaknya masih menghimpun data soal kerugian, yang pasti dia berkata akan melaporkannya. "Masih kita evaluasi. Nanti dilaporkan," ujar Budi. kbc10

Bagikan artikel ini: