Tiga investor asing tertarik garap LRT di Jatim

Senin, 16 September 2019 | 07:47 WIB ET
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ambisi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk mengembangkan light rail transit atau LRT di wilayahnya rupanya menarik minat sejumlah investor asing.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bahkan menegaskan sudah ada tiga investor asing yang melirik proyek tersebut. “Ada Inggris, Prancis, China,” kata Khofifah saat ditemui di Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu (15/9/2019).

Selain tiga investor itu, pemerintah provinsi telah berkomunikasi dengan Jepang. Menurut Khofifah, negosiasi dengan penanam modal dari Negeri Matahari Terbit banyak dilakukan oleh wakilnya, Emil Dardak. 

Khofifah mengatakan pemerintah provinsi memang serius menggarap LRT. LRT merupakan salah satu proyek prioritas yang telah diusulkan kepada pemerintah pusat. Bahkan, rencana pembangunan kereta ringan ini telah disampaikan Khofifah kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu. 

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga sudah berulangkali memboyong topik ini kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Adapun menurut Khofifah, saat ini pihaknya tinggal menunggu Peraturan Presiden untuk memulai pembangunan. Pembangunan tersebut akan diawali dengan pembuatan desain hingga tahap konstruksi. 

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencan membangun moda raya terpadu atau MRT. Namun, setelah dihitung, biaya membangun MRT terlampau mahal dan tak sesuai dengan kemampuan daerah. Ongkos konstruksi MRT dapat mencapai Rp 1,2 triliun. Sedangkan pembangunan LRT tiga kali lebih murah, yaitu Rp 426 miliar. 

Khofifah mengatakan pembangunan LRT telah dibahas dengan pemerintah Kabupaten Malang. Ia tak menutup kemungkinan LRT akan dibangun di Malang untuk menghubungkan kota apel tersebut dengan kota-kota di sekitarnya.

“Kemarin dengan teman-teman di Malang Raya juga cerita soal LRT. Koneksitas di antara Malang raya 3 in 1. Kalau bisa terkoneksi antar-daerah, (biaya transportasi) bisa murah,” tutur Khofifah. kbc10

Bagikan artikel ini: