Di pameran ini, tersedia 1000 perumahan dari 4 provinsi di Indonesia

Selasa, 17 September 2019 | 06:18 WIB ET
Ketua DPD REI Jawa Timur Danny Wahid (dua kiri) didampingi Ketua Panitia IIPEX 2019 Surabaya, Muchsinul Achsan (dua kanan).
Ketua DPD REI Jawa Timur Danny Wahid (dua kiri) didampingi Ketua Panitia IIPEX 2019 Surabaya, Muchsinul Achsan (dua kanan).

SURABAYA, kabarbisnis.com: Mulai membaiknya pasar properti di Tanah Air dimanfaatkan kalangan pengembang untuk menggenjot penjualan. Kali ini kalangan pengembang yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) bakal menggelar pameran properti bertajuk Indonesia International Property Expo 2019 (IIPEX 2019).

Menariknya, pameran ini digelar secara serentak di 4 kota yang notabene kota besar dan menjadi ibu kota provinsi, yakni Surabaya, Denpasar, Medan, dan Jakarta. Ajang ini akan dihelat pada 25-29 September 2019.

Ketua DPD REI Jawa Timur, Danny Wahid mengatakan, pameran properti terbesar di Indonesia tersebut akan menghadirkan 1000 proyek perumahan, baik rumah tapak maupun hunian vertikal oleh lebih dari 200 pengembang ternama di Tanah Air.

"Untuk di Surabaya, akan digelar di JX International (eks Jatim Expo). Hingga saat ini sudah ada minat dari lebih dari 30 pengembang dengan sejumlah proyeknya di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Mojokerto, Malang, Lamongan, Jombang, Jember, Banyuwangi, dan sebagainya," katanya di Grha REI Jatim, Senin (16/9/2019).

Menurutnya, sebagian besar produk properti yang dipamerkan adalah rumah subsidi, dengan target transaksi sekitar Rp 250 miliar selama ajang pameran berlangsung untuk wilayah Jawa Timur saja.

Selain pengembang, pameran itu juga diikuti oleh perusahaan building material, hingga perbankan yang menawarkan KPR.

Dikatakan Danny, pameran ini juga menggandeng Rumah.com yang akan menggunakan teknologi digital marketing baru. Semua partisipan pameran akan menggunakan fasilitas Fastkey. “Dengan aplikasi ini, meskipun pameran ini berada di Surabaya, tapi teman-teman bisa juga mengakses di empat Negara yaitu, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Indonesia,” ujarnya.

Menurut Danny, penggunaan aplikasi diharapkan membawa perubahan yang baik. "Biasanya orang hanya pameran dan efeknya sebulan setelah pameran. Mudah-mudahan dengan menggunakan pola seperti ini bisa close di tempat," tuturnya.

Sementara Ketua Panitia Muchsinul Achsan mengatakan, pameran kali ini agak berbeda dari pameran-pameran sebelumnya. Kali ini ada dua kegiatan, yang pertama peserta pameran. Peserta pameran bisa dilihat oleh bukan yang melihat dari pameran yang di sini, orang Medan pun bisa melihat produk-produk yang ada melalui aplikasi faskey.

“Kedua yaitu pengunjung, calon pengunjung rumah sekarang sudah bisa melihat rumah yang akan dibeli melalui aplikasi yang disiapkan, yaitu dengan mengambil barcodenya dulu di pameran, kemudian bisa melihat produk-produk yang ada di pameran maupun pameran di daerah lain,” jelas Muchsin.

Muchsin juga menyebut dalam rangkaian pameran itu juga digelar REI Goes to Kampus yang menggandeng sejumlah perguruan tinggi seperti Unesa, UIN dan Unair, dan ITS.

“Kita berdayakan 50 mahasiswa yang jurusan pemasaran untuk diberikan pengetahuan pemasaran rumah,” imbuh Muchsin.

Pihaknya juga akan menggelar pelatihan yang ditujukan kepada masyarakat umum yang ingin menekuni bisnis properti atau pengembang pemula. Mereka akan dilatih hingga menjadi pengembang yang andal di daerahnya. kbc7

Bagikan artikel ini: