BUMN ini produksi tabung elpiji 'anti meledak'

Kamis, 19 September 2019 | 07:47 WIB ET

BANDUNG, kabarbisnis.com: PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) siap memproduksi tabung elpiji berbahan composite. Tabung tersebut diklaim lebih aman serta dilengkapi teknologi mutakhir. 

Dalam merealisasikan rencana tersebut, PT INTI menjalin kerja sama dengan PT Dinamika Utama Jaya dan PT Sucofindo. Ketiga perusahaan itu berkomitmen untuk bersama-sama mengembangkan dan memproduksi tabung elpiji berbahan composite. 

Penandatanganan kerja sama dilakukan Direktur Utama PT INTI Darman Mappangara, Direktur Utama PT Dinamika Utama Jaya Zaenal Azis serta Direktur Utama PT Sucofindo Bachder Djohan Buddin pada Rabu (18/9/2019). Acara itu juga dihadiri oleh jajaran direksi termasuk Komisaris Independent PT Dinamika Utama Jaya, Hamza Haz. 

Dalam penandatanganan itu, ketiga perusahaan juga menyepakati pembagian tugas. PT INTI akan menyediakan sarana dan prasarana pabrik untuk produksi tabung elpiji Composite, PT Dinamika Utama Jaya akan merancang sarana dan prasarana produksi. 

Sementara PT Sucofindo berperan untuk melakukan pengawasan kendali mutu berbasis sistem teknologi mutakhir sekaligus pengawasan saat penyebaran dan pengisian tabung elpiji composite yang diproduksi nantinya.

Direktur Utama PT INTI Darman Mapanggara menyatakan, rencananya prodkusi tabung elpiji composite akan dipusatkan di pabrik yang beroperasi di atas lahan 8 ribu meter persegi di wilayah Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. 

Dia menuturkan, tabung elpiji composite yang diproduksi bukan seperti pada umumnya. Tabung ini akan dilengkapi beberapa teknologi pintar yang dapat membaca data para calon konsumen nantinya. 

"Kita harap ini jadi tabung pintar. Jadi bukan biasa, tapi bisa kita monitoring. Kita nanti gabungkan dengan alat untuk verifikasi. Nanti ada QR code sehingga bisa tepat sasaran (penerima gas bersubsidi)," katanya, usai penandatanganan nota kesepahaman, di Kantor PT INTI, Kota Bandung. 

Jika tidak ada kendala, ditargetkan Januari 2020 produksi tabung elpiji composite ini sudah dimulai, sehingga pada Februari 2020 tabung 'pintar' ini sudah bisa didistribusikan. 

Untuk tahap awal produksi tabung elpiji composite yang telah mengantongi lisensi dari Hyundai BS&E sekitar 1.000-1.200 per hari. Dalam satu tahun kurang lebih 500 ribu tabung yang dihasilkan. "Target 1.000-1.200 per hari. Kapasitas produksi 500 per tahun," ucapnya.

Direktur Utama PT Dinamika Utama Jaya Zaenal Azis menambahkan, tabung elpiji composite memiliki keistimewaan. Dari sisi keamanan tabung elpiji composite lebih aman ketimbang tabung elpiji yang saat ini beredar di masyarakat. 

"Untuk tabung gas jauh lebih aman. Karena composite itu tidak meledak. Saat kebakaran tabung yang stel akan menggelembung itu bisa meledak. Kalau composite itu ketika terbakar akan menghabiskan isi gasnya dan tidak terjadi ledakan," katanya. 

Dari sisi bobot, lanjut dia, tabung elpiji composite juga jauh lebih ringan. Bila dibandingkan setengah lebih ringan dari tabung elpiji yang saat ini ada. 

"Ini jadi salah satu solusi aman. Salah satu istimewa ini juga lebih ringan. Hanya separo dari yang saat ini ada," katanya. 

Disinggung mengenai nilai investasi untuk produksi tabung elpiji Composite ini diperkirakan mencapai Rp150 miliar. Nilai investasi tersebut di luar pembangunan gedung pabrik. "Total investasi sekitar Rp150 miliar. Itu di luar gedung," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: