UEA incar investasi tiga komoditas rakitan Balitbangtan

Kamis, 19 September 2019 | 08:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Uni Emirat Arab (UEA) tengah mengincar investasi atas tiga komoditas pertanian yakni tebu, padi dan jagung yang dirakit Badan Litbang Kementerian Pertanian (Balitbangtan).

Kepala Pusat Litbang Harris Syahbuddin mengutarakan hal tersebut dalam keterangan tertulis di Jakarta,Rabu (18/9/2019) ketika mendampingi Menko Kemaritiman RI Luhut B. Pandjaitan dalam lawatan balasan  ke Abu Dabi, UEA. Kunjungan kerja delegasi RI berlangsung 15-18 September 2019.

Menurut Harris kunjungan kerja ini sebagai balasan atas lawatan Putra Mahkota Abu Dabi/Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, Juli lalu.Menurutnya dalam pertemuan tiga komitmen investasi UEA di Indonesia.

Harris mengatakan pihaknya yang mewakili Kepala Balitbangtan mendampingi Menko Kemaritiman RI pada high level meeting antara Indonesia dengan Kamar Dagang dan Industri UAE. Dalam pertemuan tersebut Luhut menyampaikan khusus pertanian, Indonesia sudah menyiapkan lahan seluas 100.000 ha untuk investasi multi komoditas.

"Pemerintah Indonesia menjamin para investor atas investasinya dibidang pertanian, energi, infrastruktur, ekplorasi bahan tambang, edukasi dan kesehatan berjalan dengan baik sesuai tujuannya dan tidak ada lagi hambatan dalam investasi," terangnya

Luhut juga menyetujui atas dua sektor yang dikerjasamakan dengan antara Indonesia dengan Abu Dhabi Fund for Development (ADFD), yaitu sektor pertanian dan Tourisme.  Untuk sektor pertanian ADFD akan investasi pada tiga komoditi yaitu tebu, jagung dan padi. 

“Saat kunjungan ke Indonesia Tim UEA sempat berkunjung ke Kantor Balitbangtan dan diperkenalkan padi varietas Baroma (Beras Basmati Aromatik)," jelas Harris kembali.

Harris menambahkan varietas Baroma merupakan beras tipe basmati hasil rakitan Balai Besar penelitian Padi (BB Padi) yang memiliki potensi hasil bisa mencapai 9,1 ton/ha.

“Selain itu juga mempunyai index glikemik yang relative rendah dengan tekstur tidak pulen tapi mempunyai aroma harum yang khas dan memiliki kadar amylose cukup tinggi sekitar 26%, dan agak tahan WBC biotipe 1, tahan HDB kelompok IV dan VIII dan tahan blas ras 173," urainya.kbc11

Bagikan artikel ini: