Jalin kerjasama dengan Aceh Barat, MaxWin tawarkan pendanaan bebas riba

Jum'at, 20 September 2019 | 18:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: MaxWin Organization kian gencar mengkampanyekan pendanaan bebas riba atau anti riba. Setelah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Daerah Badung, MaxWin kembali menandatangani nota kesepahaman dengan Pemda Aceh Barat.

Maxwin, Founder MaxWin Organization dan CEO BeliBisnis.com mengatakan bahwa bunga atau riba dinilai memberatkan bagi pihak peminjam sehingga praktik riba dilarang oleh semua agama, baik Islam, Kristen, Hindu, Budha maupun Yahudi. "Alasan penting yang mendasari larangan praktek riba yaitu karena dari praktik ini telah tercipta ruang hilangnya keseimbangan tata kehidupan sosial ekonomi kemasyarakatan," ujar Maxwin di Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Lebih lanjut mengatakan bahwa prinsip pengambilan bunga menjadi sebuah senjata bagi penganut sistem kapitalis (golongan kaya) untuk mengambil keuntungan yang sebesar besarnya yang tentu saja hal ini akan semakin melemahkan posisi orang miskin.

"Untuk itu, Maxwin Organization  Berjuang untuk dunia dan akhirat melawan ekonomi riba, bersama seluruh umat beragama dan Pemerintah untuk membuat koperasi dan bank hijrah menjadi anti riba," tandasnya..

Salah satu program yang digulirkan adalah Program Pemerintah Bebas Hutang dna Riba.

Program ini ditujukan bagi Pemerintah Daerah agar dapat membuat pemerintahan daerahnya menjadi pemerintah yang bebas dari hutang dan riba. 

"Caranya dengan berkolaborasi membentuk Perusahaan Holding antara Maxwin Organization dengan Pemerintah melalui Perusahaan Umum Daerah, Pemerintah Daerah dapat membantu para pengusaha UKM di daerahnya untuk dapat menaikkan nilai valuasi perusahaannya melalui program tanpa jaminan, tanpa bunga dan tanpa pengembalian," tandasnya. 

Adapun tujuan dari kolaborasi ini adalah untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Ide kolaborasi ini diadaptasi dari keberhasilan Temasek (super holding BUMN di Singapura) yang berhasil membangkitkan perekonomian Singapura dari keterpurukan Singapore dimana Negara ini pada tahun 1965 merupakan Negara yang miskin infrastruktur dan memiliki keterbatasan modal. 

Namun dengan adanya Temasek yang berdiri tahun 1974, saat ini Singapura menjadi satu dari Empat Macan Asia karena pendapatan per kapitanya yang tinggi selama beberapa dekade. Periode 1975 hingga 2017, tingkat pertumbuhan PDB rata-rata Singapura sekitar 6,78 persen, prestasi yang akhirnya mengubah standar hidup penduduk Singapura dan menjadikan Singapura sebagai salah satu negara paling makmur di dunia.

 

Program lain yang digulirkan yaitu Pengusaha Bebas Riba (PBR). Pengusaha Bebas Riba adalah sistem ekonomi pendanaan tanpa jaminan, tanpa bunga dan tanpa pengembalian

Kelebihan sistem PBR adalah platform bagi Perusahaan agar mempunyai kesempatan unlimited Growth seperti unicorn, Platform pendanaan cash flow ke bank anti riba tanpa jaminan dan Platform bagi pemilik bisnis dimana pemilik bisnis kaya dengan menjual saham perusahaan bukan gaji dan deviden

Wakil Bupati Aceh Barat, Banta Puteh Syam menyambut baik atas penandaranganan kerjasama ini. Berharap, melalui kerjasama ini akan berdampak positif terhadap peningkatan kinerja ekonomi Aceh Barat. Karena akan ada banyak usaha yang bisa dikembangkan dengan bantuan dana anti riba. 

"Kerjasama ini semoga berjalan maksimal dan bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha, utamanya usaha mikro kecil dan menengah di wilayah Aceh Barat," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: