Ini cara XL Axiata siapkan siswa SMA/SMK hadapi revolusi industri 4.0

Jum'at, 20 September 2019 | 20:17 WIB ET
Group Head XL Axiata East Region Mochamad Imam Mualim (tiga kanan) bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Surabaya Sukaryantho (empat kanan) pada peresmian XL Axiata Youth Leadership Camp 2019 di Surabaya.
Group Head XL Axiata East Region Mochamad Imam Mualim (tiga kanan) bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Surabaya Sukaryantho (empat kanan) pada peresmian XL Axiata Youth Leadership Camp 2019 di Surabaya.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Era revolusi industri 4.0 telah merambah semua sektor dan tak bisa dihindari. Oleh karenanya, semua sektor harus mempersiapkan diri menghadapi era revolusi industri 4.0. Sebab, kehadiran era tersebut akan memudahkan kehidupan manusia di berbagai bidang. 

Sebagai wujud ikut bertanggung jawab dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi industri 4.0, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia kembali menggelar program pengembangan kepemimpinan dan karakter bertajuk “XL Axiata Youth Leadership Camp (XYLC) 2019”.

Dalam ajang ini, lebih dari 600 siswa setingkat SMA/SMK akan mengikuti program tahunan yang akan berlangsung di enam kota ini. Setelah berlangsung di Jakarta Semarang, Makassar, Medan, kali ini Surabaya menjadi kota selanjutnya tempat pelaksanaan program ini dengan dihadiri oleh lebih dari 100 pelajar se-Jawa Timur.

Group Head XL Axiata East Region, Mochamad Imam Mualim mengatakan, upaya untuk ikut serta memajukan dunia pendidikan di Indonesia terus dikembangkan. Karena itu, tahun ini XL Axiata memutuskan untuk melanjutkan program XYLC tersebut dengan kembali menggandeng Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai institusi yang paling berkompeten di bidang ini.

"Kami juga masih akan menerapkan kurikulum yang dapat membantu para pelajar SMA/SMK menghadapi revolusi industri 4.0, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan soft skill yang belum banyak diajarkan di sekolah formal," katanya pada pembukaan “XL Axiata Youth Leadership Camp (XYLC) 2019” di Surabaya, Jumat (20/9/2019).

Dipaparkannya, soft skill atau yang dikenal dengan transversal skill merupakan kualitas yang dibutuhkan di semua bidang kerja. Kemampuan ini mencakup kreativitas, imaginasi, intuisi, emosi, dan etik yang sangat bermanfaat dalam membangun interaksi sosial. Program ini telah mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

Imam Mualim menuturkan, ada beberapa kompentensi dasar yang sudah harus dipersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi revolusi industri 4.0. Selain berupa hard skills yang sudah banyak diajarkan di sekolah, mereka juga memerlukan soft skills yang akan membantu proses interaksi sosial di semua keahlian.

"Hal ini sesuai dengan rumusan World Economic Forum mengenai kemampuan atau soft skills yang perlu dimiliki oleh semua orang saat ini, antara lain kemampuan menyelesaikan permasalahan, berpikir kritis, kolaborasi dan koordinasi, komunikasi, serta kemampuan kognitif yang baik," ungkapnya.

CSR and Sustainability XL Axiata, Cipto Rustianto menambahkan, tujuan utama diadakannya XYLC ini adalah untuk menciptakan generasi muda dengan kualitas daya saing tinggi yang adaptif terhadap perubahan yang sesuai dengan tuntutan era revolusi industri 4.0.

"Untuk itu, XL Axiata telah menyiapkan serangkaian topik pelatihan yang sesuai, yaitu Berpikir Kristis dan Kreatif, Public Speaking, Digital Collaboration, Media Sosial yang Menginspirasi, Pemecahan Masalah, Emotional Intelligence, dan Kepemimpinan," ulas Cippy, sapaan akrabnya.

Secara teknis, dia bilang, para peserta pun akan langsung dibimbing oleh pembicara yang merupakan karyawan XL Axiata dengan expertise yang sudah teruji. Mendapatkan mentoring berkelanjutan dari para mahasiswa peserta XL Future Leaders, dan tentunya akan mendapatkan e-sertifikat dari XL Axiata.  Untuk XYLC Surabaya kali ini diikuti oleh 60 Sekolah yang tersebar di Jawa Timur antara lain Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Gresik, Jember, Kediri, Lamongan, Madiun, Bangkalan, Pamekasan, Malang, Mojokerto, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sidoarjo, Singosari, Tulungagung dan Surabaya.

"Kami melihat potensi anak-anak muda di Surabaya dan Jawa Timur cukup besar. Lihat saja, banyak orang-orang sukses yang berasal dari Jawa Timur. Makanya kami sangat optimis peserta dari provinsi ini akan punya kans untuk terus berkembang," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Surabaya Sidoarjo, Sukaryanto mengapresiasi langkah XL menggelar Youth Leader Camp ini. 

"Kita harus membuka ruang selebar-lebarnya bagi siapapun yang akan mengembangkan digitalisasi. Karena apapun, digitalisasi ini tidak bisa dihindari. Bagaimana ini bisa menjadi sebuah hal positif bagi siswa-siswi di Jawa Timur," ujarnya. kbc7

Bagikan artikel ini: