Kemenperin dorong santri di Jember jadi santripreneur sektor perbengkelan roda dua

Senin, 23 September 2019 | 19:10 WIB ET

SIDOARJO, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) mendorong penumbuhan wirausaha industri baru di lingkungan pondok pesantren  Al Mujahidi Kabupaten Jember melalui program santripreneur. Bantuan yang diberikan adalah sejumlah peralatan perbengkelan roda dua dan pelatihan. 

“Diharapkan dengan program ini dapat menumbuhkan pionir-pionir wirausaha yang berasal dari santri, alumni santri ataupun masyarakat sekitar pondok pesantren.”Kata Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Gati Wibawaningsih di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (23/9/2019) 

Gati menjelaskan Pondok pesantren merupakan wilayah pendidikan yang tidak hanya mencakup pendidikan agama dan moralitas, namun juga pendidikan formal sampai dengan pendidikan kewirausahaan. Di samping itu, pondok pesantren memiliki  peran sebagai “Agent of Development” yang sangat penting dan strategis dalam mengembangkan sumber daya masyarakat di pedesaan sehingga menjadi sarana yang penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bentuk pembinaan yang dilakukan berupa bimbingan teknis dan fasilitasi mesin/peralatan Perbengkelan Roda Dua. 

“Adanya unit pendidikan SMK dalam naungan yayasan Pondok Pesantren Al Mujahidi ini mendasari kami memberikan pembinaan di sektor perbengkelan roda dua. Santri di pondok pesantren ini sudah memiliki dasar dalam perbengkelan otomotif dimana selanjutnya kami berikan stimulus agar dapat menjadi wirausaha baru” lanjut Gati. 

Gati menjelaskan peserta bimbingan teknis sebanyak 20 orang merupakan santri yang berasal dari pondok pesantren dimana diharapkan pada akhirnya akan menjadi wirausaha yang mandiri dan dapat menjadi pionir bagi santri lainnya untuk maju dan berkembang dalam berwirausaha. “Para santri akan dilatih selama empat hari mulai tanggal 23 hingga 26 September terkait skill perbengkelan roda dua serta kewirausahaan” Ujar Gati.

Fasilitasi mesin atau peralatan diberikan kepada pondok pesantren dengan harapan alat ini dapat dimanfaatkan bagi pondok pesantren sebagai unit bisnis yang baru dari pondok pesantren. Adapun bantuan mesin yang diberikan berupa Kompressor, Scanner Injection, Mesin Nitrogen, Bike Lift, Mesin pembuka ban, dan Tool set drawer masing-masing sebanyak 2 unit.

Dapat diketahui program Santripreneur terus digalakkan oleh Ditjen IKMA, Gati mengatakan Ditjen IKMA telah membina sebanyak 37 pondok pesantren selama periode tahun 2013 hingga tahun 2019, dengan lebih dari 7000 santri telah diberikan pelatihan produksi, serta motivasi kewirausahaan. Hingga akhir 2019, diperkirakan akan ada 42 pesantren yang akan dibina.

“Lingkup pembinaannya diantaranya pelatihan atau bimbingan teknis produksi dan fasilitasi mesin atau peralatan di bidang: perbengkelan roda dua, perbengkelan las, konveksi, kerajinan, pengolahan roti, pengolahan kopi, daur ulang sampah, produksi garam yodium, pengolahan air minum, dan produksi pupuk organik cair," ungkap Gati. 

Berdasarkan sensus Kementerian Agama di tahun 2014-2015, jumlah pondok pesantren di Indonesia diperkirakan sebanyak 28.961 yang tersebar di seluruh provinsi dengan total santri sekitar 4.028.660 santri. Dari total 28.961 pondok pesantren, sekitar 23.331 pondok pesantren atau 80 persen diantaranya tersebar di empat provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Banten.

“Kegiatan penumbuhan wirausaha industri pondok pesantren merupakan salah satu upaya untuk mendorong pesantren dalam membangun eksistensinya. Pondok pesantren yang didalamnya tumbuh jiwa-jiwa kewirausahaan merupakan landasan dasar bagi pondok pesantren untuk menuju institusi yang mandiri secara ekonomi dan finansial," ungkap Gati. 

Dengan jumlah pondok pesantren dan santri yang cukup besar, pondok pesantren memiliki potensi yang strategis untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional salah satunya melalui penumbuhan wirausaha industri baru di lingkungan pondok pesantren.

Pondok Pesantren Al Mujahidi Kabupaten Jember menyambut baik pelaksanaan program Santripreneur yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian, karena dapat menambah kegiatan positif bagi para santri di lingkungan pondok. Selain itu, melalui usahanya nanti, para santri berguna bagi masyarakat menumbuhkan perekonomian daerah setempat seperti penyerapan tenaga kerja.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Mujahidin Sukairi berjanji akan menggunakan dan memanfaatkan bantuan tersebut dengan  sebaik-baiknya.

"Program ini sangat tepat diberikan kepada kami. Dan kami pastikan dana yang dikucurkan tidak akan mubazir, bantan ini akan sangat bermanfaat karena kami memang bertekad untuk membimbing santri dengan ilmu keterampilan. Kami juga tengah membangun Paud terintegrasi agar generasi kita nantinya tidak hanya pandai dalam ilmu umum saja tetapi juga ilmu agama. Kami yakin jika rakyat unggul maka Indonesia akan maju," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: