Cegah dipalsukan, beras BULOG bakal dikemas dalam vakum

Senin, 23 September 2019 | 20:55 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Guna mencegah pemalsuan isi dan kemasan, Perum BULOG akan memproduksi 50 varian beras dalam kemasan vakum.

"Saya akan terus mengubah produk-produk saya supaya tidak dijiplak. Yang selama ini karung-karung kita ditiru, dipalsukan, dengan maksud tujuannya adalah menjelekkan Pemerintah melalui BULOG," kata Dirut Perum BULOG Budi Waseso di Jakarta, Senin (23/9/2019).

Selain mencegah tindak penyimpangan, menurut Buwas begitu biasa disapa, dengan kemasan vakum beras akan bertahan jauh lebih lama. Tanpa masuknya oksigen , juga menutup resiko munculnya telur kutu."Usia beras yang dikemas dengan vakum bisa bertahan enam sampai delapan bulan ," kata Buwas.

Seiring dengan hal itu, menurut Buwas BULOG mulai memasarkan beras fortifikasi yang sudah dikemas plastik vakum kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sebagai informasi saja,jumlah KPM Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun 2019 ini mencapai 16,5 juta .

Ada pun disebur beras fortifikasi merupakan inovasi beras sehat yang diperkaya dengan berbagai vitamin terdiri dari vitamin A, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, vitamin B9 (Asam Folat), vitamin B12, Zat Besi (Iron) dan Zink. Hal ini diperlukan guna mengatasi stunting (angka balita pendek) akibat kekurangan gizi kronis dan mencegah resiko kematian kepada ibu hamil.

BULOG juga akan meluncurkan 50 varian beras berkualitas dari medium hingga premium dengan kemasan vakum sehingga masyarakat dapat mengenali produk BULOG dengan produk lainnya.

"Ada beberapa sistem yang kita bangun sehingga dalam setiap kemasan kita tahu bahwa kualitas bagus, asal-usul beras bisa diketahui, umur beras bisa diketahui. Kalau di 'packaging' tidak ada data-data tadi, sudah pasti bukan dari BULOG," kata Buwas.

Dengan kemasan vakum ini , sambung Buwas, BULOG dapat memanfaatkan seluruh agen di seluruh Tanah Air untuk mengantarkan langsung beras kepada KPM. "Kita jamin kalau ini diserahkan ke BULOG,saudara kita yang tidak mampu tidak perlu lagi susah susah.Mereka yang tercatat pasti menerima.Jika ternyata ada oknum pasti ketahuan," terangnya.

Apalagi pemerintah tahun depan akan menerapkan Kartu Sembako.Dengan penyaluran bakal lebih kompleks dari sisi komoditas yang diberikan ke KPM.Jika sistem BPNT yang ada saat ini dibiarkan, Buwas menilai para mafia pangan akan terus merugikan negara dan KPM yang notabene merupakan masyarakat miskin.

"Kita siap menjadi penyalur tunggal beras ke BPNT.Kita ingin memutus mata rantai.Uangnya dikelola Kementerian Keuangan. Programnya dari Kementerian Sosial .Sementara beras dari BULOG.Jadi semua pemerintah yang tanggung jawab," tegasnya

Direktur Pelayanan Publik BULOG Tri Wahyudi Saleh mengakui pihaknya baru menyalurkan beras untuk program BPNT baru 30.000 ton dari target 700.000 ton. Hal ini tidak terlepas dari ketentuan yang dikelurkan Kementerian Sosial yang membebaskan pemasok menyalurkan beras ke e-warung.

"Pembelian beras BULOG oleh Kemetrian Sosial hanya sebatas menghimbau, bukan penugasan.Jadi  tidak ada keharusan BPNT menggunakan beras BULOG," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: