Unit Pengumpul Zakat Petrokimia Gresik gandeng startup KO-IN lakukan hal ini

Selasa, 24 September 2019 | 08:06 WIB ET

JAKARTA - Unit Pengumpul Zakat Badan Amil Zakat Nasional (UPZ Baznas) PT Petrokimia Gresik (PG) menandatangani kerjasama dengan perusahaan start up digital KO-IN (Toko Indonesia) di Kantor KO-IN, Jalan Pangeran Antasari Nomor 62, Jakarta Selatan, Senin (23/9). Memorandum of Understanding (MoU) ini memuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar perusahaan dengan mendirikan Toko Rakyat Gresik (TORASIK).

Ketua UPZ Baznas PG, Yusuf Wibisono menjelaskan bahwa program ini nantinya akan membantu masyarakat sekitar perusahaan membangun warung atau toko kelontong online. Saat ini, warung atau toko kelontong banyak yang tidak berkembang atau bahkan mati kalah bersaing dengan kehadiran ritel modern.

Untuk itu, UPZ Baznas PG bekerja sama dengan KO-IN, perusahaan start up digital yang memiliki concern terhadap peningkatan taraf ekonomi mikro, untuk membantu masyarakat sekitar perusahaan mendirikan TORASIK yang didesain secara modern berbasis digital. TORASIK menawarkan kemudahanbagi customer dalam berbelanja sekaligus menyediakan barang dengan harga kompetitif dan diharapkan dapat mengembalikan kejayaan toko kelontong sebagai pusat/sentra jual-beli kebutuhan masyarakat.

"Program ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar perusahaan, sekaligus memberikan edukasi terkait digitalisasi bisnis sehingga menumbuhkan jiwa wirausaha bagi berbagai komunitas sekitar perusahaan," ujar Yusuf Wibisono yang juga menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan (Sesper) PG.

 

Mitra akan mendapatkan bantuan modal usaha dari PG. Selanjutnya KO-IN mendampingi mitra dalam hal Promedsos (Promosi, Edukasi dan Sosialisasi), memberikan produk dengan harga ekonomis, serta menyiapkan teknologi untuk TORASIK. Selama bulan September hingga Oktober ditargetkan ada 40 Mitra yang telah membangun TORASIK.

Program ini melibatkan Desa/Kelurahan sekitar perusahaan, Karang Taruna, Komunitas PKK, Pelaku UMKM dan Bisnis Mikro (Warung Kelontong), serta Mustahik yang menjadi syarat penerima bantuan dari UPZ Baznas PG.

"TORASIK juga sebagai upaya Petrokimia Gresik untuk membantu Pemerintah dalam menyiapkan lapangan pekerjaan, dimana selama ini serapan tenaga kerja tidak sebanding dengan bonus demografi," ujar Yusuf Wibisono.

 

Program ini, lanjut Yusuf Wibisono, juga sebagai upaya perusahaan untuk meningkatkan hubungan harmonis antara masyarakat sekitar perusahaan dengan Petrokimia Gresik, sehingga tercipta lingkungan yang kondusif dan dapat mendukung kegiatan operasional perusahaan. kbc12

Bagikan artikel ini: