Demi kereta semi cepat Jakarta-Surabaya, 500 perlintasan sebidang bakal ditutup

Rabu, 25 September 2019 | 08:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah tengah mematangkan persiapan proyek angkutan massal yakni kereta semi cepat Jakarta-Surabaya.

Demi mewujudkan hal itu, Kementerian Perhubungan meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menutup sekitar 500 perlintasan kereta api (KA) sebidang di sepanjang jalur kereta semi cepat Jakarta-Surabaya.

Perlintasan akan dibuat tidak sebidang dengan pembangunan jalan layang (flyover), terowongan (underpass) atau Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

"Kami ditugasi untuk perbaiki dan sterilkan tidak kurang dari 500 perlintasan sebindang dg bangun flyover atau underpass dan perbaiki jalan sekitarnya," kata Basuki usai menyaksikan penandatanganan MoU studi kereta semi cepat Jakarta-Surabaya di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Basuki menjelaskan, saat ini pemerintah RI dan Jepang sepakat untuk melakukan studi kelayakan atau feasibility study (FS) untuk beberapa hal teknis, seperti lebar jalur, jenis konstruksi, sistem persinyalan, kecepatan maksimum dan jenis sarana perkeretaapian.

Kemudian proyek itu akan dibangun dalam dua tahap, yaitu jalur Jakarta-Semarang dan Semarang-Surabaya.

Pembangunan perlintasan tak sebidang akan dilakukan usai studi tersebut dilakukan. “Kalau ini sudah jadi, Oktober 2020 study selesai, mungkin 2 sampai 3 tahun selesai,” kata Basuki.

Sebagai informasi, kereta semi cepa Jakarta-Surabaya diproyeksi akan dibangun pada 2022 mendatang. Jika moda transportasi ini beroperasi, diperkirakan waktu tempuh Jakarta-Surabaya adalah 5,5-7,5 jam dengan kecepatan maksimal 160 kilometer per jam.

Pembangunan proyek transportasi tersebut diperkirakan berlangsung selama tiga tahun dan diprediksi rampung di 2025. kbc10

Bagikan artikel ini: