Antisipasi kenaikan harga bahan pokok, Bulog Jatim lakukan Operasi Pasar beras di 42 titik

Rabu, 25 September 2019 | 13:55 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur bersama stakeholder terkait berupaya menjaga stabilnya harga pangan di pasaran. Agar harga tidak melambung di saat pasokan beras berkurang akibat kemarau berkepanjangan, maka mulai hari ini, Rabu (25/9/2019) Bulog Divre Jatim melakukan Operasi Pasar (OP) beras di seluruh wilayah Jatim.

Ada sekitar 42 titik pasar di seluruh Jatim  yang dijadikan tempat pelaksanaan OP beras. Di Surabaya OP digelar di 10 pasar, yaitu pasar Kapasan, Gayungsari, Dukuh Kupang, Pabean, Bratang, Tambahrejo, Wonokromo, Keputran, Pucang dan Pasar Genteng. Selain itu, OP juga dilaksanakan di dua pasar di Sidoarjo, yaitu pasar Porong dan Sukodono. Dan di Gresik dilaksanakan di pasar Dukuh.

"Ini adalah kesiagaan kami karena saat musim kemarau biasanya pasokan akan berkurang, apalagi setelah ini ada momen Natal dan Tahun Baru. Dengan OP, maka kami berharap harga akan relatif stabil," ujar Kepala Perum Bulog Muhammad Hasyim  usai melepas 13 truk pengangkut bahan pokok di kantor Perum Bulog Divre Jatim, Surabaya, Rabu (25/9/2019).

Lebih lanjut  mengatakan bahwa tren harga beras saat akhir tahun biasanya memang cenderung ada kenaikan. Selain karena pasokan menurun akibat musim kemarau, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi masyarakat. 

"Jangan sampai sudah mengalami kenaikan, kita baru melakukan antisipasi. Oleh karena itu, sebelum harga naik, kami melakukan OP beras agar harga tetap stabil," tegasnya.

Untuk alokasi OP beras di tahun ini, Bulog telah menyediakan sebesar 250 ribu ton beras medium. Pasokan akan terus ditambah jika masyarakat masih membutuhkan. Dan sampai kemarin, Senin (24/9/2019), beras medium yang                                                          sudah terserap dalam operasi pasar telah mencapai 49 ribu ton. Sementara stok beras yang ada di gudang Bulog di seluruh Jatim saat ini mencapai 590 ribu ton. 

"Akan terus kami laksanakan sepanjang diperlukan. Jika setelah tahun baru nanti masih dibutuhkan, ya akan diperpanjang. Ini adalah upaya kami agar beras medium selalu tersedia di pasaran, sehingga ketika masyarakat butuh, mereka bisa menemukan," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tri Bagus Sasmito mengapresiasi positif langkah Bulog Divre Jatim yang selalu bekerjasama dengan Pemprov Jatim dalam melakukan stabilisasi harga pangan pokok sehingga harga pangan di Jatim relatif stabil.

"Melalui OP ini, maka masyarakat bisa mendapatkan harga beras yang murah dengan kualitas bagus. Karena beras medium milik Bulog ini sangat bagus. Dan mudah-mudahan ini akan memberikan kenyamanan kepada masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu Satgas Pangan Polda Jatim, Kompol Ernesto mengatakan bahwa pangan adalah komoditas yang sangat penting dan berhubungan dengan keamanan. "Kalau pangan kurang akan berdampak pada keamanan. Jadi stok pangan harus ada dengan harga stabil. Dan selama dua tahun saya mendampingi Satgas Pangan, Jatim mendapat peringkat satu nasional," ujar Ernesto.kbc6

Bagikan artikel ini: