Surplus produksi padi di Sulsel ditopang aplikasi teknologi Balitbangtan

Kamis, 26 September 2019 | 06:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) telah berkontribusi nyata dalam penyediaan pangan secara nasional. Petani di provinsi ini mampu menghasilkan produksi padi yang mencapai 6 juta ton yang tidak lain ditopang aplikasi teknologi dari Balitbangtan.

Gubernur Sulsel H.M Nurdin Abdullah menegaskan produksi pangan Sulawesi Selatan sudah surplus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sulsel. Bahkan kelebihan produksi tersebut telah didistribusikan ke beberapa provinsi lainnya

“Produksi padi di Sulsel telah mencapai 6  juta ton demikian juga jagung telah berproduksi 2,5 juta ton.Keberhasilan produksi tersebut antara lain didukung oleh penerapan inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh para peneliti Balitbangtan,” ujar Nurdin dalam keterangan tertulis di acara seminar internasional dengan tema 'International Conference on Sustainable Cereals and Crops Production Systems in The Tropics (ICFST)', kemarin.

Seminar ini merupakan kerjasama Balai Penelitian Tanaman Serelia Balitbangtan bekerjasama dengan International Maize and Wheat Improvement Center (CIMMYT) dan Kementerian RISTEK DIKTI.Acara ini dibuka secara resmi  Gubernur Sulawesi Selatan H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr didampingi Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Balitbangtan Dr. Haris Syahbuddin, DEA.

Peserta dihadiri 500 orang yang terdiri dari pakar berbagai bidang ilmu dan para pengambil kebijakan dari 16 negara, yaitu: India, USA, Canada, Australia, Malaysia, Ethiopia, Ghana, Zimbabwa, Tanzania, Madagaskar, Cameroon, Malawi, Rwanda, Indonesia, China, Thailand.

Dalam sambutannya Haris Syahbuddin mengatakan konferensi internasional ini diselenggarakan dengan tujuan untuk bertukar informasi hasil-hasil penelitian dan strategi pengembangan tanaman pangan utama (padi, jagung, sorgum, gandum dan umbi-umbian). Diharapkan dari seminar ini dapat dibangun jejaring kerja sama penelitian dan pengembangan komoditas tanaman pangan dalam menjawab tantangan dan permasalahan global tentang penyediaan pangan yang sehat dan berkecukupan secara berkelanjutan.

Selama dua hari (23-24/9) para ahli dari berbagai bidang ilmu dari dalam serta luar negeri akan memaparkan makalahnya masing-masing yang merupakan hasil penelitian dan pengembangan. Makalah yang disampaikan yaitu makalah oral sebanyak 94 makalah dan makalah poster sebanyak 1.27 makalah.

Diakhir kegiatan (25/9/2019) peserta seminar field trip ke Balitsereal untuk melihat inovasi tanaman serealia yang telah dihasilkan. Salah satunya adalah pertanaman varietas unggul yang mempunyai potensi hasil 12 – 13,5 t/ha dan teknologi sistem tanam untuk meningkatkan indeks pertanaman dan peningkatan produktivitas.kbc11

Bagikan artikel ini: