Wiranto sebut demo elegan bisa disusupi agenda tersembunyi penundaan pelantikan presiden

Kamis, 26 September 2019 | 16:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto menyampaikan, aksi unjukrasa yang terjadi beberapa hari terakhir sudah tidak murni untuk mengkoreksi kebijakan pemerintah maupun DPR. Aksi itu disusupi kelompok-kelompok tertentu dengan agenda tersembunyi, yaitu menggagalkan pelantikan presiden.

‎"Saya kira yang dihadapi atau kelompok yang ambilalih bukan murni lagi koreksi kebijakan pemerintah. Telah cukup bukti mereka ingin duduki DPR dan MPR agar tidak dapat melaksanakan tugasnya. Dalam arti tidak dapat dilantik," kata Wiranto dalam konferensi pers di Kementerian Polhukam, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Jika pelantikan DPR/MPR yang direncanakan pada 1 Oktober mendatang tidak dapat dilaksanakan, maka bisa mengganggu rangkaian rencana pelantikan presiden.

Wiranto didampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan para Kepala Staf TNI dari tiga matra.

Wiranto mengakui, ada aksi mahasiswa yang elegan dan demokratis. Mereka menjalankan aksi dengan tertib, tanpa merusak. Namun menjelang sore hingga malam ada kelompok lain yang menunggangi aksi tersebut dengan melakukan berbagai aksi kekerasan

"Kita cukup lega bahwa demo (mahasiswa) itu berakhir dan menghasilkan sesuatu yang bisa memelihara kerukunan kedamaian kita sebagai bangsa. Namun kita menyesalkan demo konstruktif bernuansa konstruktif elegan diambilalih oleh demonstrasi yang tidak lagi mengarah kepada apa yang dijawab pemerintah dan DPR, demonstrasi yang brutal. Saya kira bukan demonstrasi, karena rusuh. melawan petugas, melempar batu, menembakkan petasan dan berusaha meninggalkan korban," jelas Wiranto. kbc9

Bagikan artikel ini: