Kredit perbankan tumbuh melambat, tertolong sektor investasi

Jum'at, 27 September 2019 | 06:10 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit yang disalurkan oleh perbankan di Tanah Air tumbuh 8,59% secara tahunan (year-on-year/yoy), melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya 9,58% yoy.

Berdasarkan Rapat Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (RDK OJK) capaian Agustus masih didorong oleh kredit investasi. Pembiayaan bertenor panjang tersebut naik 12,72% yoy, juga melambat dibandingkan bulan sebelumnya.

Kendati demikian OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan dalam kondisi terjaga di tengah masih tingginya ketidakpastian perekonomian global. Menurut otoritas sektor jasa keuangan, domestik masih membukukan perkembangan yang positif dengan pertumbuhan intermediasi yang stabil.

OJK akan senantiasa memantau dinamika perkembangan ekonomi global dan berupaya memitigasi dampak kondisi yang unfavourable terhadap kinerja sektor jasa keuangan domestik terutama terkait dengan profil risiko likuiditas dan risiko kredit. 

OJK juga terus memperkuat koordinasi dengan para stakeholder untuk memitigasi ketidakpastian eksternal yang cukup tinggi, menjaga kontribusi sektor jasa keuangan dalam pembangunan, dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

Adapun kredit perbankan terakhir tumbuh dua digit pada Juni 2019, yakni naik 11,05%. Kala itu kredit investasi naik 15,70% yoy, yang merupakan level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Setelahnya, kinerja penyaluran dana mulai melabat. Otoritas mencatat portofolio kredit bank naik 9,58% yoy. Kredit investasi masih menjadi tumpuan dengan pertumbuhan 13,75% yoy.

Kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan tercatat tumbuh positif di bulan Juli 2019. Kredit perbankan mencatat pertumbuhan sebesar 9,58% yoy, dengan kredit investasi yang masih tetap tumbuh double digit di level 13,75% yoy. Sementara itu, pertumbuhan piutang pembiayaan walaupun masih mengalami moderasi tetap tumbuh di level 3,8% yoy. kbc10

Bagikan artikel ini: