Pilot mogok, induk usaha British Airways tanggung rugi Rp2 triliun

Jum'at, 27 September 2019 | 06:52 WIB ET

LONDON, kabarbisnis.com: Induk usaha maskapai British Airways, IAG menyatakan, aksi mogok kerja yang dilakukan pilot yang menuntut gaji dan tunjangan membua perusahaan mengalami kerugian setidaknya 120 juta poundsterling atau setara sekira Rp 2 triliun.

Dilansir dari BBC, Kamis (26/9/2019), sebagai dampak aksi mogok pilot yang dilakukan selama dua hari, sebanyak total 2.325 penerbangan telah dibatalkan.

Hingga saat ini, IAG menyatakan belum ada pembicaraan lebih lanjut yang dilakukan oleh pihak British Airways dan serikat pekerja. Adapun aksi mogok lebih lanjut bisa memukul laba IAG.

Selain itu, IAG juga menderita kerugian sebesar 33 juta poundsterling atau setara kira-kira Rp 576,8 miliar karena ancaman mogok di Bandara Heathrow, Inggris.

Aksi mogok yang dilakukan para pilot yang dijadwalkan pada Jumat (27/9/2019) waktu setempat diumumkan batal pada pekan lalu.

Pada saat itu, Asosiasi Pilot British Airline (Balpa) menyatakan saat ini merupakan waktunya berpikir sebelum ketegangan meningkat lebih lanjut dan kerugian diderita maskapai British Airways.

Balpa pun mengungkapkan, aksi mogok merupakan upaya terakhir karena sudah sangat frustrasi dengan manajemen British Airways.

Para pilot menolak peningkatan gaji sebesar 11,5 persen dalam tiga tahun. Ini merupakan usulan dari manajemen British Airways pada Juli 2019.

Balpa menuturkan, para anggotanya menerima kenaikan gaji yang lebih rendah dan banyak berkorban saat British Airways mengalami masa-masa sulit.

Kini, ketika kinerja keuangan British Airways membaik, mereka ingin menikmatinya pula dengan kenaikan gaji yang lebih representatif. IAG melaporkan kenaikan laba sebesar 9 persen tahun lalu. kbc10

Bagikan artikel ini: