Hot end man, pertaruhkan nyawa demi kelancaran suplai listrik ke pelanggan

Jum'at, 27 September 2019 | 21:10 WIB ET

PROBOLINGGO, kabarbisnis.com: Siang tadi, Jumat (27/9/2019), rombongan wartawan dari sejumlah daerah di wilayah Jawa Timur berkesempatan melihat langsung proses perbaikan atau penggantian material yang sudah usang oleh Tim Perbaikan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) yang disebut dengan "Hot end man" di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) di Paiton Probolinggo.

Ada dua petugas yang telah naik dan berada di tengah-tengah aliran listrik bertegangan ekstra tinggi, tanpa dipadamkan. Layaknya burung yang tak terpengaruh oleh aliran listrik yang mengalir, kedua petugas tersebut melakukan aktivitas pergantian material dengan sigap sesuai dengan SOP yang ditetapkan. 

"Risiko terbesar adalah kematian atau peralatan terbakar tetapi risiko tersebut sudah kita reduksi dengan menggunakan SOP. Selain itu, Hot end man ini juga dibekali dengan baju khusus yaitu baju konduktif yang terbuat dari bahan nomex aramid dan stainless. Baju ini tahan di tegangan hingga 750 ribu volt," ujar Pengawas Pekerjaan PDKB GITET Paiton Andro Dwi Arianto.

Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan kali adalah penggantian finger atau pisau, yaitu material yang menghubungkan aliran listrik yang akan menyuplai energi listrik ke arah barat, Kraksaan dan Probolinggo. 

Penggantian material dilakukan di tiga Vasa, Vasa R, Vasa S dan Vasa B. Penggantian material finger di Vasa R dan Vasa S telah dilakukan pada hari Kamis kemarin dna di hari ini untuk penggantian material di Vasa B. Penggantian material ini karena ada anomali hotspot hingga 61 derajat. Hal ini dipicu karena usia material finger telah usang. 

"Jika tidak ditangani maka akan berdampak lebih serius, yaitu gangguan suplai listrik ke pelanggan di wilayah Barat. Dan penggantian ini dilakukan dalam kondisi aliran listrik hidup untuk menjaga suplai listrik ke pelanggan. Makanya harus sesuai SOP, harus sesuai instruksi kerja, ketersediaan peralatan dan material serta personil juga menjadi pertimbangan kuat," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Supervisor GITET Paiton, Asep M Yusuf mengatakan bahwa PLN terus berkomitmen memberikan layanan terbaik untuk pelanggan. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, maka PLN selalu melakukan pemeliharaan secara periodik maupun temporer. 

Menurutnya, GITET Paiton menjadi ruh suplai listrik area Jawa Bali. GITET Paiton mendapatkan suplai listrik sebesar 4.800 MW dari delapan PLTU, yaitu PLTU Paiton Unit 1, Unit 2, Unit 3, Unit 5, Unit 6, Unit 7, Unit 8 dan Unit 9. Di GITET Paiton ini, pasokan listrik diturunkan dari tegangan 500 ribu volt menjadi 150 ribu volt. Suplai tersebut akan disalurkan ke wilayah Kediri sebesar 800 MW x 2, Kraksaan 900 MW x 2, Situbondo, Banyuwangi dan Bali sebesar 1100 MW x 2. kbc6

Bagikan artikel ini: