Siap-siap! Tarif 13 ruas jalan tol ini bakal naik

Sabtu, 28 September 2019 | 07:39 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memastikan bahwa hingga akhir tahun 2019 akan ada 13 ruas jalan tol yang akan mengalami kenaikan tarif.

"Semuanya ada 13 ruas yang diproses (kenaikan tarif sampai akhir tahun)," kata Kepala BPJT Danang Parikesit di Gedung BEI, Jumat (27/12/19).

Danang menjelaskan, kenaikan tarif tersebut bukanlah tiba-tiba, melainkan memang sudah waktunya yakni sesuai perjanjian pengusahaan.

Adapun dua diantara 13 ruas tol yang akan mengalami kenaikan tarif adalah ruas Jakarta-Tangerang dan Tol Jagorawi.

Untuk ruas jalan tol Jakarta-Tangerang sudah mendapat restu oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Sementara untuk ruas Tol Jagorawi masih dalam proses.

"Yang sudah itu jakarta tangerang sudah ditandatangani pak menteri. tapi pak menteri berpesan kita lihat situasi di masyarakat ya," jelas dia.

Adapun untuk besaran kenaikannya, Danang menambahkan, bergantung angka inflasi per daerah. Jadi tiap daerah besaran kenaikan tarif berbeda-beda tiap daerah.

"Ya sesuai inflasi, inflasi daerah kan beda-beda. Jadi data itu kita dari BPS (Badan Pusat Statistik)," paparnya.

Di empat terpisah, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan akan membangun jalan tol sepanjang 2.084 km yang akan beroperasi pada periode 2020-2024.

"Visi Presiden terpilih meneruskan pembangunan infrastruktur. Di tahun 2020-2024 akan terus dilakukan pembangunan (jalan tol) di samping pembangunan SDM," ujarnya, Jumat (27/9/2019).

Basuki melanjutkan, konektivitas akan terus ditingkatkan untuk membuat ekonomi di Pulau Jawa kian efisien. Seperti salah satunya menghubungkan jalan tol dengan kawasan industri.

"Jawa mudah-mudahan 5 tahun kedepan sudah jadi kota besar. Kan sekarang sampai ke Semarang turun ke Solo Madiun Surabaya," ujarnya.

Dia menjelaskan, pembangunan jalan tol perlu ditingkatkan kedepan mengingat aktivitas transportasi didominasi oleh angkutan darat.

"Sistem jalan tol masih sangat diandalkan untuk memenuhi misi konektivitas. Pengembangan pelabuhan bandara dan jaringan KA. Ini bisa membuat ekonomi Jawa lebih efisien dan berkeadilan," paparnya. kbc10

Bagikan artikel ini: