Budidaya padi sehat dongkrak hasil panen di lahan rawa

Sabtu, 28 September 2019 | 07:47 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Program pemerintah Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) yang menyasar peningkatan indeks pertanaman (IP) dan produktivitas tanaman padi di lahan rawa wilayah Kalimantan Selatan berjalan dengan sukses.

Hal ini dibuktikan pada acara panen raya di lahan seluas 50 hektare yang dilakukan pada Kamis (26/09/2019) di Desa Hamayung Kec. Daha Utara Kab. Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan. 

Lahan tersebut merupakan lahan yang mendapat dukungan dari PT. Prima Agro Tech, yaitu sebuah perusahaan yang selama ini sukses mengembangkan berbagai teknik budidaya padi dengan menggunakan pupuk dan pestisida organik dengan basis bakteri & jamur yang diseleksi dan menjadi sahabat petani, yang dikenal dengan produk hayati. Acara panen perdana dipadati lebih dari 1000 undangan dan berlangsung meriah. 

Tampak hadir Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor didampingi Wakil Bupati (Wabup) HSS, Syamsuri Arsyad, Kadistan TPH Prov Kalsel, Syamsir Rahman, PLT Kadistan HSS, Muhammad Noor beserta para staff, Danramil, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), serta para petani yang antusias untuk acara panen padi sehat. 

Panen dilakukan secara simbolis dengan pemotongan padi yang dilakukan Gubernur Kalsel bersama perwakilan dari PT. Prima Agro Tech dan Instansi lainnya, didapatkan hasil panen raya padi sehat lahan rawa yang mendongkrak di angka 8 Ton/Hektar Gabah Kering Panen (GKP).

Hasil ini juga sekaligus mematahkan stigma  panen tergantung dari pupuk kimia. Terbukti, dengan mengedepankan penggunaan produk pupuk dan pestisida berbasis hayati/organik serta mengurangi penggunaan produk berbahan kimia ternyata mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian menjadi lebih tinggi.

Budidaya padi sehat ini merupakan pertaruhan besar yang baru kali pertama dilakukan oleh poktan Cinta Maju, Desa Hamayung Kec. Daha Utara. Awalnya, hasil panen dengan metode konvensional hanya menghasilkan 5-6 Ton/Hektar. Dengan manuver ini justru mendapat lonjakan hingga 8 Ton/Hektar. 

Hasil ini diperoleh dengan perawatan tanaman yang tepat serta pengelolaan hama penyakit secara cermat dan pemakaian produk yang tepat diantaranya, Primadeco, OrizaPlus, Humatop, Humatpro, Metarizep dan BT-PLUS dengan varietas Sentani. 

“Mudah-mudahan acara hari ini menjadi wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT yang telah memberikan bumi yang luar biasa, lahan yang subur di wilayah Kalimantan Selatan,” ujar Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (28/9/2019).

Sahbirin juga mengajak para petani untuk terus berjuang dan berkarya di sektor pertanian karena Pemerintah Provinsi Kalsel akan terus melakukan berbagai upaya semaksimal mungkin untuk mendukung petani dalam mengembangkan usaha pertanian. 

 “Sebuah keberhasilan dengan tersedianya produk hasil pertanian yang aman dikonsumsi, yang menyehatkan masyarakat Hulu Sungai Selatan,” ujar Wakil Bupati Kalsel seraya  berharap bahwa kedepannya produksi dapat lebih ditingkatkan lagi. 

Para petani pun memiliki harapan yang serupa. Melihat hasil panen yang meningkat melalui Budidaya Tanaman Sehat ini, harapannya di tahun 2020 nanti, mereka dapat semakin memperluas budidaya tanaman sehat ini. “Mudah-mudahan Dem Area tahun depan tidak hanya di tanaman pangan saja, tapi juga di tanaman hortikultura serta semakin banyak juga petani yang menyadari keunggulan menggunakan produk pertanian yang berbasis organik,” ujar Miserani, perwakilan kelompok tani Cinta Maju, Desa Hamayung, HSS, Kalsel.

Sejalan dengan program Nawacita pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani, perusahaan yang bergerak di bidang agro-biotechnology ini semakin konsen menyebarkan “virus” Go Organik ke setiap pelosok negeri. Melihat keberhasilan Program Budidaya Tanaman Sehat di lahan rawa di kabupaten HSS merupakan salah satu bukti nyata bahwa Indonesia mampu mewujudkan mimpinya menjadi “Lumbung Pangan Dunia” di tahun 2045. 

Sektor pertanian dalam hal ini juga membuktikan bahwa selain berperan sebagai roda penggerak ekonomi nasional, juga mampu memproduksi hasil pangan yang berkualitas dan aman dikonsumsi oleh masyarakat. Maka dari itu, pemerintah bersama seluruh rakyat Indonesia harus saling bahu membahu untuk terus meningkatkan kontribusi di sektor pertanian agar cita-cita tersebut bukan menjadi impian semata. kbc11

Bagikan artikel ini: