Bertemu Malcolm Turnbull, Kadin Surabaya dorong kolaborasi jangka panjang Jatim-Australia

Sabtu, 28 September 2019 | 14:56 WIB ET

SURABAYA - Konsulat Jenderal Australia di Surabaya menggelar pertemuan antara mantan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull dan sejumlah pelaku ekonomi, termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, Sabtu (28/9/2019). Pertemuan yang dikemas dengan sarapan bersama itu membahas berbagai upaya peningkatan hubungan ekonomi Australia dan Jawa Timur.

“Tentu ini juga bukan semata-mata breakfast meeting untuk memperkuat relasi ekonomi, tapi juga pengalaman berharga bagi kami karena mendengarkan langsung paparan dari Malcolm Turnbull, salah satu pemimpin visioner Australia, yang telah banyak berinovasi dalam kepemimpinannya di negara tersebut,” ujar Ketua Kadin Surabaya Ali Affandi.

Dalam pertemuan itu dibicarakan sejumlah hal untuk semakin meningkatkan kualitas hubungan ekonomi Australia dan Jawa Timur. Saat ini, neraca perdagangan Jatim terhadap Australia masif defisit. Pada 2018, nilai ekspor Jatim ke Negeri Kanguru itu sebesar USD 375 juta. Adapun impornya sebesar USD 725 juta.

“Kadin Surabaya juga menyampaikan berbagai prospek ekonomi yang bisa digarap di Surabaya dan daerah-daerah hinterland-nya seperti Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto. Australia bisa menjalin relasi dengan para pelaku usaha di Surabaya dan sekitarnya untuk saling memenuhi kebutuhan,” ujar Andi, sapaan akrab Ali Affandi.

Andi juga mengusulkan skema kolaborasi jangka panjang antara pelaku usaha Surabaya dan Australia. “Mulai startup-nya, pengusaha mudanya, industri besarnya, dan sebagainya,” ujarnya.

Skema kolaborasinya, lanjut Andi, bisa berupa transfer teknologi, pendidikan kewirausahaan, transfer inovasi, dan kerja sama dagang. “Jadi bukan semata-mata ekspor-impor, tapi ada nilai tambah yang akan semakin memperkuat hubungan Indonesia dan Australia,” ujar mantan ketua HIPMI Jawa Timur itu.

Andi menambahkan, Kadin Surabaya juga mengajak para pihak di Australia untuk berwisata ke Jawa Timur, di mana Surabaya adalah pintu masuk utamanya.

“Selama ini Australia belum termasuk sumber wisatawan utama bagi Jawa Timur. Padahal orang Australia yang ke Bali dalam setahun mencapai sekitar 1,1 juta orang. Pasar itu harus dibidik oleh Surabaya dengan segala potensi destinasi di sekitarnya yang meliputi Malang hingga Gunung Bromo. Alhamdulillah, tadi saya cerita ke Malcom Turnbull, beliau sangat tertarik dengan berbagai potensi destinasi di Jawa Timur,” pungkas Andi.

Bagikan artikel ini: