Juri UCI: Tour de Banyuwangi Ijen sepuluh besar terbaik dunia

Minggu, 29 September 2019 | 12:22 WIB ET

BANYUWANGI – Ajang International Tour de Banyuwangi Ijen 2019 telah selesai dengan berakhirnya etape keempat yang berakhir di kaki Gunung Ijen, Banyuwangi, Sabtu (28/9/2019). Sejumlah commissaire (juri) dari Federasi Balap Sepeda Dunia (UCI) mengaku terkesan dengan penyelenggaraan ajang balap sepeda yang telah memasuki tahun kedelapan ini.

Salah satunya diungkapkan Chief Commissaire Peter Tomlinson asal Australia. Peter yang telah dua kali terlibat dalam ITdBI ini memberikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan ITdBI tahun ini. Menurut dia, kompetisi yang digelar pemkab Banyuwangi ini berjalan dengan sangat baik dan terorganisir.

Selain itu, lanjutnya, balap sepeda ITdBI juga mampu mendatangkan pebalap-pebalap internasional. Bahkan komposisinya sangat lengkap dari lima benua.

“Ini lomba yang sangat wonderful. Menurut saya, event ini masuk ajang balap sepeda sepuluh terbaik dunia, sudah semakin memenuhi standar terbaik dunia,” kata Tomlinson saat menyampaikan kesannya di sela awarding pada para pemenang ITdBI.

ITdBI sendiri merupakan agenda tahunan balap sepeda 2.2 yang digelar Banyuwangi sejak 2012. Ajang ini telah masuk agenda resmi kompetisi UCI yang diikuti oleh banyak tim internasional dan dalam negeri. Tahun ini ITdBI diikuti oleh 19 tim dengan pebalap dari 23 negara yang datang dari lima benua.

Hal senada juga disampaikan Karen O’Challaghan, commissaire asal Australia. Karen yang baru pertama kali datang ke Banyuwangi terkesan dengan animo warga yang begitu semangat menyambut para pebalap di setiap lintasan.

“Anak-anak begitu bersemangat dan ceria menyambut kehadiran kami. Juga warga-warga lainnya. Hal ini jarang ditemui di balapan sepeda di negara lainnya. Tidak akan bosan datang ke Banyuwangi,” kata Karen.

Selain dari para commissaire, para pebalap yang bertarung di ITdBI juga mengacungkan jempol pada penyelenggaraannya. Seperti yang diungkapkan Robbie Hucker Pebalap Ukyo Jepang peraih Yellow Jersyey ITDBI.

“Banyuwangi adalah tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi, termasuk ikut balap sepeda di sini. Orang-orangnya di sini menyenangkan. Race dirancang dan diorganisier dengan baik. Semua yang ada di sini memberikan semangat bagi kami selama bertanding,” ujar Robbie.

Sedangkan Kakeru Omai, pebalap tim Aisan Jepang mengaku terkesan dengan keindahan alam Banyuwangi, terutama di Taman Nasional Alas Purwo dan Pegunungan Ijen. Kakeru adalah pemenang etape ketiga ITdBI.

“Meskipun rute Ijen ini berat, saya tetap ingin bertanding kembali di sini,” kata dia.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku cukup puas dengan kesuksesan penyelenggaraan ITdBI tahun ini. Menurut Anas, kesuksesan ini adalah buah dari kerja keras seluruh masyarakat Banyuwangi. Tidak hanya dari panitia penyelenggara, namun semua lini terlibat di sini.

“Ini adalah sukses bagi semua warga. Pemkab, TNI, Polri, tokoh masyarakat dan semua warga bekerja sinergis untuk membuat kompetisi ini berjalan dengan baik. Ini kebanggaan bagi seluruh rakyat Banyuwangi sekaligus suntikan semangat untuk terus menggelar event yang lebih berkualitas ke depan,” kata Anas.

Bagikan artikel ini: