Kian memanas, AS berniat blokir seluruh aliran investasi ke China?

Senin, 30 September 2019 | 07:10 WIB ET

WASHINGTON, kabarbisnis.com: Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana melakukan pembahasan terhadap beberapa investasi dari negara adidaya tersebut di China.

Berdasarkan sumber CNBC, pembahasan yang saat ini dilakukan oleh para pejabat Gedung Putih termasuk kemungkinan untuk memblokir seluruh investasi AS di perusahaan- perusahaan China. 

Sumber tersebut menjelaskan, pemblokiran seluruh investasi AS di China dilakukan untuk melindungi investor AS dari berbagai risiko karena kurangnya aturan mengenai pengawasan perusahaan.

Langkah AS tersebut dilakukan lantaran negara ekonomi terbesar duunia itu membutuhkan tambahan alat untuk memengaruhi hasil negosiasi perang dagang yang berlanjut pada 10 Oktober mendatang di Washington.

Adapun Bloomberg News sebelumnya menjadi kantor berita pertama yang mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk membatasi aliran modal investor AS ke China, termasuk rencana mencoret perusahaan-perusahaan AS untuk diperdagangkan di perusahaan saham setempat.

Selain itu, AS juga mencegah dana pensiun pemerintah AS untuk berinvestasi di perusahaan asal China.

Pada Juni, pemerintah AS memperkenalkan undang-undang yang mendorong perusahaan China yang melantai di bursa-bursa saham AS untuk menyerahkan informasi-informasi terkait pengawasan termasuk memberikan akses untuk audit. Kalau tidak, mereka akan mengalami delisting.

"Beijing tidak bisa lagi diizinkan untuk melindungi perusahaan China yang tercatat di bursa AS untuk patuh pada aturan dan regulasi di AS terkait transparansi dan akuntabilitas," ujar Senator Partai Republik Marco Rubio.

Adapun harga saham Alibaba, Baidu dan berbagai perusahaan China lainnya merosot seiring dengan berita tersebut. Selain itu, nilai tukar yuan pun melemah menjadi 7,15 yuan per dollar AS. kbc10

Bagikan artikel ini: