Hingga September, 38 perusahaan telah jadi penghuni baru bursa

Senin, 30 September 2019 | 07:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat hingga saat ini sudah ada 38 perusahaan yang melantai di bursa dalam tahun 2019 ini. Terbaru, ada dua perusahaan yang menjadi penghuni baru di bursa saham pada pekan lalu.

Perusahaan pertama yang melantai adalah PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) pada Senin (23/9) yang bergerak pada sektor Trade, Services dan Investment dengan sub sektor Wholesale (Durable & Non-Durable Goods).

Dan emiten kedua pada Rabu (25/9) yaitu PT Nusantara Almazia Tbk dengan kode saham NZIA, bergerak pada sektor Property, Real Estate and Building Construction.

Untuk obligasi, Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Yulianto Aji Sadono menyebutkan pencatatan obligasi pada pekan ini keduanya dicatatkan pada Rabu (25/9).

Pertama yaitu Obligasi MPM Finance I Tahun 2019 yang diterbitkan oleh PT Mitra Pinasthika Mustika Finance (MPMF) resmi dicatatkan di BEI dengan nominal Rp 664 miliar).

Hasil pemeringkatan atas Obligasi dari PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) adalah AA(idn). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

"Kedua yaitu Obligasi Berkelanjutan I J Resources Asia Pasifik Tahap II Tahun 2019 yang diterbitkan oleh PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) resmi dicatatkan di BEI dengan nominal Rp500 miliar," tuturnya di Jakarta, Minggu (29/9).

Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk Obligasi adalah idA (Single A). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2019 adalah 76 emisi dari 42 Perusahaan Tercatat senilai Rp87,77 triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 417 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp440,37 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 119 Perusahaan Tercatat.

Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 101 seri dengan nilai nominal Rp 2.646,33 triliun dan USD 400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp 8,79 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: