Ini strategi Survei Indonesia masuki transformasi industri 4.0

Senin, 30 September 2019 | 08:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Indonesia (Persero) melangkah dalam bisnis berbasis digital sebagai bagian dari tranformasi korporasi dalam menghadapi perkembangan teknologi 4.0. Beradaptasi dengan teknologi informasi dan komunikasi merupakan cara menghadapi tantangan bisnis sekarang dan masa yang akan datang.

"Kami bertransformasi ke arah digital dengan memberikan leverage pada produk dan jasa dengan teknologi yang mendukung Revolusi Industri 4.0 seperti IoT (Internet Of Things), cloud computing dan penerapan keamanan cyber," ujar Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero), Dian M. Noer melalui rilisnya di Jakarta, Senin (30/9/2019).

Ia mengatakan, perseroan telah membangun laboratorium pelumas di Sentul yang dapat melakukan pengujian karakteristik fisika-kimia terlengkap dan pengujian parameter untuk kerja pelumas dengan teknologi terbaru.

Laboratorium itu dilengkapi dengan 25 peralatan uji fisika dan kimia, dua line engine dynamometer dengan kapasitas 250 horse power (HP) yang memiliki kecepatan operasional yang dapat dilakukan 24 jam, akurasi tinggi dan sudah kalibrasi pabrik.

Selain itu, kata dia laboratorium itu juga dapat menguji pelumas dalam penggunaan guna membantu industri untuk mengetahui umur pemakaian pelumas. Kondisi bagian-bagian mesin yang berputar berupa Oil Condition Monitoring (OCM) juga dapat diketahui, sehingga perawatan dapat dilakukan secara efisien dan dapat meningkatkan produktivitas permesinan.

OCM dapat dilakukan pada permesinan untuk sektor pertambangan, transportasi darat, laut, dan udara, pembangkitan dan industri manufaktur.Surveyor Indonesia juga mengembangkan aplikasi IT dalam rangka otomasi produk jasa, di antaranya Data Master Online (DMO) untuk pekerjaan survey mineral batubara, sistem informasi verifikasi bahan bakar nabati B20, Sistem Informasi Cargo Monitoring BBM serta aplikasi Lab Pelumas. Sedangkan untuk fungsi pendukungnya Surveyor Indonesia melakukan pengembangan eOffice, Human Resources Information Services (HRIS) dan lainnya.

Hingga Agustus perseroan mencapai pendapatan sebesar Rp 842 miliar dengan laba sebelum pajak Rp130 miliar. Pendapatan tersebut terutama merupakan kontribusi dari sektor Migas dan Mineral Batubara.

Dalam menghadapi tantangan global, di usianya yang ke-28, Surveyor Indonesia menggandeng perusahaan global multinasional seperti Systra (Transportation) Siemens (Operation and maintainance), Airport D France untuk support kegiatan operasional Surveyor Indonesia baik di dalam maupun luar negeri.

"Surveyor Indonesia juga telah merambah ke pasar Asean yaitu dengan masuk ke Vietnam untuk kerjasama dengan Hang Long Cement anak perusahaan Semen Indonesia yang merupakan holding BUMN untuk semen," terang Dian. kbc11

Bagikan artikel ini: