Perkuat kerja sama dagang, Kadin Surabaya kolaborasi dengan IEAT

Senin, 30 September 2019 | 09:03 WIB ET

SURABAYA – Untuk semakin mempererat kerjasama perdagangan, Kamar dagang dan industri (Kadin Surabaya) menandatangani MoU dengan IEAT (Importers and Exporters Association o Taipei) di Grha Kadin Jatim, Jumat (27/9/2019). Dengan kerjasama ini diharapkan peluang usaha dan kerjasama perdagangan antara ke dua negara akan semakin terbuka. 

Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi mengatakan, IEAT sebelumnya sudah lama terjalin. ”IEAT sebenarnya sudah bekerjasama dengan pengurus Kadin yang sebelumnya. Tapi karena kepengurusan Kadin Surabaya sudah berganti, mereka ingin memperbarui MoU ini,” ujar Andi-sapaan akrab Ali Affandi. 

Selain membuka peluang kerjasama perdagangan antara Indonesia, khususnya Surabaya dengan Taipei, pihaknya juga ingin mempelajari mengenai pengembangan organisasi dari IEAT yang sudah berusia 72 tahun. ”IEAT ini sudah berdiri sejak 1947. Kami ingin belajar bagaimana organisasinya bisa memiliki sampai 6000 anggota hanya dari satu kota saja yaitu Taipei,” ujajr Andi. Lagipula dari organisasi ini tidak hanya bermanfaat dari sisi bisnis saja tetapi juga pendidikan dan sosial. 

Menurut Andi, tidak sedikit pengusaha Taipei yang tertarik dengan Indonesia karena pertumbuhan ekonominya cukup baik. Apalagi pada 203 ada bonus demografi yang bisa menjadi kekuatan bagi dunia usaha di Indonesia. 

Ada banyak sektor industri yang bisa dikerjasamakan antara kedua belah pihak. Misalnya saja agriculture, produk kesehatan, mesin-mesin, makanan olahan, produk alat kesehatan, produk tekstil, alat elektronik serta alat-alat transportasi. Selain itu juga olahraga dan hiburan, bahan kimia termasuk mineral dan produk sejenis, tembakau, kosmetika dan produk-produk pembersih, furniture dan bahan bangunan, alat fotografi serta bahan tambahan pangan. 

”Untuk semakin memperkuat kerjasama dengan negara lain, di Kadin Surabaya juga memiliki wakil ketua bidang internasional. Kami ingin Kadin Surabaya lebih inklusif. Tidak hanya dari organisasi atau asosiasi pengusaha seperti HIPMI, Gapmi dan lain-lain, kami juga merekrut professional—profesional yang potensial untuk menjadi anggota,” jelasnya. 

Wakil Sekretaris Jenderal IEAT, Vincent S.T Tsai mengatakan, Kadin adalah asosiasi dagang yang sangat penting di Indonesia dan khususnya di Jatim. ” IEAT juga asosiasi yang penting di Taiwan. IEAT mempunyai sejarah selama 72 tahun dan mempunyai anggota sebanyak 6000 perusahaan. Sebagian anggota kami adalah importer dan eksporter serta perusahaan terdaftar,” jelasnya. Latar belakang usaha anggota IEAT bermacam-macam. Mulai dari usaha yang berkonsep tradisional sampai yang menggunakan teknologi tinggi. 

”Kami berharap dengan MoU ini hubungan ekonomi dagang antara Surabaya dengan Taiwan akan semakin erat. Kami juga menantikan kerjasama secara detail yang lebih lanjut. Baik hubungan bisnis maupun kunjungan--kunjungan yang lebih banyak di masa yang akan datang,” tuturnya. 

Ia menambahkan, pada 2020 pihaknya akan membentuk tim usaha dagang khsusus ke Indonesia. ”Pada kesempaan itu kami harap ada interaksi lebih lanjut mengenai hubungan dagang yang sudah berjalan. Kami menantikan kunjungan dagang dari Kadin Surabaya ke Taiwan, Taipei,” ujar Vincent.

Bagikan artikel ini: