Pebalap Australia juarai Tour de Banyuwangi Ijen

Senin, 30 September 2019 | 09:06 WIB ET

BANYUWANGI – Etape terakhir menjadi penentu Robbie Hucker sebagai juara umum International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2019, Sabtu (28/9/2019). Pebalap Australia dari tim UKYO tersebut menjadi yang tercepat di rute Pasar Purwoharjo – Gunung Ijen sepanjang 129,9 km. Hucker mengungguli dua pesaing terdekatnya, yakni Michael Vink (St George Continental Cycling Team), dan Jesse Ewart (Team Sapura Cycling).

Pemenang ITdBI 2019 ditentukan di etape keempat, etape terberat dari keseluruhan empat etape ITdBI. Para pembalap harus menaklukkan tanjakan tipe hors categorie (HC) menuju Paltuding, Gunung Ijen. Panjangnya 25 kilometer.

Thomas Lebas menjadi pembalap pertama yang melintasi garis finis. Ia menuntaskan stage keempat dengan catatan waktu 3 jam 47 menit 51 detik. Amir Kolahdozhagh (Taiyuan Miogee Cycling Team) menempati peringkat kedua. Posisi ketiga disabet Benjamin Prades (Team UKYO).

Sedangkan Robbie Hucker menjadi pembalap kedelapan yang melintasi garis akhir di etape keempat. Ia terpaut 2 menit 50 detik dari Lebas. Walaupun demikian, pencapaian ini membuat Hucker naik ke posisi pertama dalam general classification kategori pembalap.

“Saya sangat senang bisa mendapatkan yellow jersey, sekaligus menjadi pemenang di sini. Saya berulang kali datang ke Indonesia. Akan tetapi, saya baru pertama kali ini datang ke Banyuwangi,” ucapnya.

Ini adalah gelar kedua untuk rider berusia 29 tahun itu. Sebelumnya, ia menjadi yang terbaik pada Tour de Taiwan 2016. Hucker mengungkapkan, ITdBI 2019 menjadi balapan terakhirnya pada musim ini. “Saya happy karena berhasil mengakhiri musim ini dengan happy ending,” bilang Hucker.

Sementara itu, pemenang etape keempat, Thomas Lebas tak kecewa walaupun gagal menjadi juara di ITdBI 2019. “Saya memang tidak berharap mendapatkan jersey kuning. Sebab gap waktu antara saya dengan Robbie memang terlalu jauh,” akunya.

Lebas hanya menempati posisi keempat di klasemen umum kategori pembalap, namun ia berhasil menyabet climber terbaik (polkadot jersey).  

Sementara itu, untuk kategori lainnya, pembalap Selandia Baru Corbin Strong yang tergabung dalam ST George Continental Team menjadi sprinter terbaik (green jersey). Khusus untuk kategori pembalap Indonesia terbaik alias red and white jersey disabet Aiman Cahyadi. Rider PGN Road Cycling Team itu mengungguli Muhammad Abdurrohman, dan Agung Sahbana. Rohman dan Agung berasal dari tim yang sama, KFC Cycling Team.

Menjadi pemilik Red and White Jersey di ITdBI 2019 tak membuat Aiman puas. Sebaliknya, ia justru merasa kecewa. “Padahal target saya adalah mencari poin di sini. Tetapi masuk sepuluh besar saja tidak. Meski demikian saya tetap bersyukur karena menjadi juara di stage kedua,” ucap pembalap kelahiran Bandung itu. kbc2

Bagikan artikel ini: