PayPal caplok 70 persen saham GoPay

Selasa, 1 Oktober 2019 | 19:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank sentral China People's Bank of China (PBoC) menyetujui akuisisi yang dilakukan PayPal terhadap 70 saham milik negara di GoPay (Guofubao Information Technology Co, Ltd.). Aksi korporasi ini akan menjadikan PayPal sebagai platform pembayaran luar negeri pertama yang menyediakan layanan pembayaran online di China.

Seperti dilansir techcrunch.com, GoPay memiliki lisensi untuk melayani transaksi online dan transaki mobile. Terutama menyediakan produk pembayaran untuk industri perdagangan elektronik (e-commerce), perdagangan lintas batas, pariwisata penerbangan, dan lainnya.

Menurut pernyataan GoPay, PayPal mengakuisisi saham pengendali melalui anak perusahaan yang berbasis di Shanghai, Yinbaobao Information Technology (Shanghai) Co., Ltd. Namun, perusahaan tidak mengungkapkan ketentuan kesepakatan secara rinci.

Kabar kehadiran PayPal di China datang saat ketegangan hubungan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China meningkat. Tepatnya, ketika Gedung Putih mempertimbangkan untuk membatasi beberapa investasi AS di China.

Meskipun pasar pembayaran keuangan China saat ini dipimpin oleh pemain lokal, termasuk penyedia eWallet seperti AliPay dan WeChat Pay pada segmen mobile, masih ada banyak ruang untuk tumbuh yang akan menguntungkan PayPal.

Laporan dari Frost & Sullivan memperkirakan pembayaran segmen mobile akan tumbuh sebesar 21,8 persen menjadi US$96,73 triliun dari kurun waktu 2017 ke 2023. Pertumbuhan sebagian besar didorong oleh peningkatan permintaan segmen e-commerce. Pasar juga mengalami peningkatan transaksi lintas batas, khususnya di sektor-sektor e-commerce, perjalanan dan pendidikan luar negeri. Pada 2016 lalu, transaksi tercatat mencapai US$6,66 triliun.

Laporan itu juga memperkirakan jumlah pelanggan pembayaran mobile yang aktif akan mencapai 956 juta pada tahun 2023, naik dari jumlah pelanggan pada 2017 yang sebanyak 562 juta.

Tahun lalu, bank sentral China sempat mensinyalkan akan membuka keran aktivitas pembayaran keuangan bagi perusahaan asing.

Perusahaan sektor jasa keuangan AS telah lama berjuang untuk memasuki pasar China. Khususnya, American Express menjadi jaringan kartu AS pertama yang mendapatkan izin untuk mengatur layanan pembersihan kartu di China November lalu.

Tahun ini, Mastercard mengatakan akan mencoba untuk mendirikan usaha patungan dengan pemain lokal lain guna mendapatkan akses masuk China. kbc10

Bagikan artikel ini: