Bekraf targetkan 19 ribu tenaga ekonomi kreatif tersertifikasi

Jum'at, 4 Oktober 2019 | 14:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menargetkan melakukan sertifikasi terhadap sebanyak 19.658 tenaga kerja di bidang ekonomi kreatif hingga akhir tahun 2019 ini.

Hingga saat ini, Bekraf mengklaim telah memfasilitasi program sertifikasi untuk 11.358 tenaga ekonomi kreatif dalam negeri.

"Tepatnya ada 16 subsektor yang masuk dalam ekonomi kreatif, tapi belum semua tenaga kerjanya bisa disertifikasi," kata Direktur Harmonisasi Regulasi dan Standarisasi Bekraf Sabartua Tampubolon seperti dikutip, Kamis (3/10/2019).

Salah satu alasan tak semua tenaga kerja bisa tersertifikasi ialah belum setiap subsektor dilengkapi dengan keberadaan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan asesor. Padahal, keberadaan keduanya merupakan sebagian syarat pelaksanaan sertifikasi.

Sampai saat ini, lanjutnya, Bekraf baru memfasilitasi sebagian dari total subsektor, di antaranya subsektor batik, barista, animasi, kriya kayu ukir, dan musik. 

"Sebetulnya tahun lalu kami juga memfasilitasi sertifikasi untuk fotografi, tetapi saat ini LSP-nya mau dibenahi dulu. Jadi tahun ini belum ada program sertifikasi untuk subsektor tersebut," sambungnya.

Berdasarkan data statistik, ekonomi kreatif yang paling dominan berkembang di Indonesia ialah kuliner. "Baru kemudian diikuti subsektor kriya dan fesyen," ucapnya.

Untuk terus mengembangkan subsektor yang ada, Bekraf berencana menjadikan Indonesia sebagai pusat fesyen muslim dunia. 

"Jika rencana tersebut terealisasi, diharapkan bisa berdampak positif bukan hanya untuk subsektor fesyen, tapi juga bagi subsektor lain," ucap Sabartua. kbc10

Bagikan artikel ini: