Diversifikasi pangan non-beras, Balitbangtan distribusikan 2 ribu benih sukun

Jum'at, 4 Oktober 2019 | 18:59 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Balitbu Tropika Balitbangtan dan BPTP Sumatera Barat bekerjasama dengan Pemerintah Kota Sawahlunto dan Dinas Pangan Provinsi Sumbar melakukan kegiatan pencanangan Nagari Sukun di Nagari Mandiri Pangan Kolok Nan Tuo, Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto.

Pada tahap awal Balitbu Tropika menyerahkan 2.000 benih sukun kepada Pemerintah Kota Sawahlunto untuk didistribusikan langsung kepada masyarakat dan kelompok tani. Acara serah terima benih sukun dilanjutkan dengan penanaman perdana bersama  Walikota Sawahlunto beserta ketua DPRD, kepala Bank Mandiri, dan pemuka masyarakat lainnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu mengantisipasi kerawanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan bioindustri berbasis sukun sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Kepala Balitbu Tropika  Dr. Ellina Mansyah menyampaikan sukun merupakan salah satu komoditas sumber karbohidrat untuk diversifikasi pangan dan dapat digunakan sebagai alternatif pengganti beras. Sukun mengandung vitamin dan mineral yang lebih lengkap daripada beras  dengan kalori yang lebih  rendah . 

Dalam 100 gram buah sukun terkandung 108 kalori, sedangkan beras 349 kalori."  Hal ini menjadikan sukun  sangat cocok untuk keperluan diet," ujar Ellina dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Pencanangan Nagari Sukun di Kota Sawahlunto ini disambut antusias Pemerintah kota dan anggota masyarakat  katena sejalan dengan program Kota Sawahlunto dalam memajukan sektor pertanian sebagai sumber pendapatan masyarakat.

"Lahan pertanian seluas 70% di kota Sawahlunto yang masih kosong diharapkan bisa menjadi lahan produktif dimasa yang akan datang," ujar Walikota Sawahlunto Deri Asta dalam sambutan pada acara pembukaan.

Pada kesempatan ini Balitbangtan juga  menampilkan berbagai produk olahan sukun mulai dari tepung, nasi goreng sukun, mie, brownies, keripik, olahan basah dan kering untuk mengedukasi masyarakat dalam mengolah produk sukun. Dukungan semua pihak sangat diharapkan dalam keberhasilan budidaya dan pengembangan agribisnis sukun didaerah ini. 

Diharapkan dalam jangka waktu 2-3 tahun ke depan kota Sawahlunto akan menjadi salah satu sentra produksi sukun di Indonesia.kbc11

Bagikan artikel ini: