Perkuat KPR seken, ini alasan Bank Mandiri

Sabtu, 5 Oktober 2019 | 08:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mulai memperkuat bisnis penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR). Selama ini, bank pelat merah ini masih didominasi rumah primer.

Hingga September 2019, komposisi penyaluran KPR Bank Mandiri masih didominasi pasar hunian primer atau baru. Rasio KPR untuk hunian primer dan bekas adalah 70 persen berbanding 30 persen.

"Sekarang kan (porsi KPR rumah bekas) masih 20 persen-25 persen, kami mau genjot ya mungkin tahun depan jadi 30 persen-35 persen,” kata SVP Consumer Loan Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo, Kamis (3/10/2019).

Bank Mandiri berencana mulai fokus menggarap pasar hunian bekas untuk penyaluran KPR pada tahun depan. Hal ini dilakukan karena ada kecenderungan pembeli hunian saat ini ingin rumah yang sudah siap ditempati, dan lingkungannya telah mendukung.

Menurut Susatyo, ada sejumlah debitur yang enggan mengambil KPR untuk perumahan baru karena lingkungan sekitar belum siap, atau ketiadaan tetangga meski rumah sudah terbangun. Hal itu berbeda jika debitur membeli rumah bekas.

Hingga September 2019 nilai KPR yang disalurkan Bank Mandiri mencapai Rp43,2 triliun atau tumbuh 4,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Perlambatan pertumbuhan KPR diakui terjadi di bank pelat merah ini.

Susatyo menyebut perlambatan dialami Bank Mandiri karena adanya pergeseran pasar penyaluran KPR, meski jumlah nasabah yang dilayani tetap tumbuh positif. kbc10

Bagikan artikel ini: