Sulawesi Tenggara jadi Modern Broadband Province di Kawasan Timur Indonesia

Minggu, 6 Oktober 2019 | 07:52 WIB ET

JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) meluncurkan program Sultra Modern Broadband Province yang diharapkan mampu memajukan perekonomian Sulawesi Tenggara.

Program itu diresmikan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Lukman Abunawas bersama Direktur Network & IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin serta Direktur Consumer Service Telkom Siti Choiriana di Kendari Sulawesi Tenggara, belum lama ini. Acara yang berlangsung di aula STO 1 Telkom Kendari tersebut juga dihadiri Forkopimda Provinsi Sulawesi Tenggara, Executive Vice President Telkom Regional 7 Aris Dwi Tjahjanto, General Manager Witel Sultra Alimuddin serta tamu dan undangan lainnya.

Modern Broadband Province adalah program modernisasi jaringan tembaga ke jaringan fiber optik yang bertujuan agar pelanggan dapat menikmati layanan yang lebih baik, karena kualitas layanan berbasis fiber optik dapat menghadirkan performa yang jauh lebih mumpuni, bahkan hingga ke tahapan Internet of Things seperti Home Security dan lainnya,” ujar Zulhelfi Abidin.

Zulhelfi menerangkan, proses pendirian Modern Province ini memakan waktu sekitar empat tahun, sejak tahun 2015. Peresmian Sultra Modern Broadband Province yang menggunakan berbagai pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT) tersebut menjadikan Sulawesi Tenggara sebagai Modern Broadband Provincekedua di Kawasan Timur Indonesia. Setidaknya ada 17 IKK yang akan terhubung dengan fiber optik. “Telkom mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan dukungan Pemerintah Provinsi sehingga Sulawesi Tenggara dapat menjadi Modern Broadband Province,” kata Zulhelfi Abidin. 

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Lukman Abunawas mengapresiasi Sulawesi Tenggara yang sudah terhubung dengan jaringan 100% fiber optik. Lebih lanjut beliau mengharapkan kehadiran konektivitas fiber optik ini dapat mendukung peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Keberadaan Modern Broadband Province tentunya memungkinkan digital life style dapat langsung dinikmati oleh masyarakat bahkan dari rumah sendiri. Demam IoT (Internet of Things) mendorong Telkom untuk memberikan layanan berkualitas bagi masyarakat sehingga dari dalam rumah pun produktivitas dan kreativitas tetap dapat dimaksimalkan.

Implementasi Modern Broadband Province tentunya akan semakin nyata dengan kualitas layanan yang semakin baik, sektor UKM ataupun industri lain di Sulawesi Tenggara dapat pula menikmati layanan digital ini untuk menggenjot produktivitas karena teknologi berbasis fiber optik mampu memberikan bandwidth lebih besar dan resiko gangguan lebih kecil.

 Lebih jauh, keberadaan infrastruktur yang lebih mumpuni ini diharapkan mampu dimanfaatkan oleh banyak pihak di wilayah yang mencakup 12 kabupaten, 175 kecamatan, 332 kelurahan , dan 1478 desa untuk memajukan perekonomian Sulawesi Tenggara. Modern Broadband Province ini menjadi bukti bahwa Sulawesi Tenggara siap menjadi kawasan modern dan siap bersaing dengan provinsi lain termasuk dengan kawasan lain di Pulau Jawa. kbc3

Bagikan artikel ini: