Platform e-commerce diminta hanya pasarkan produk lokal di awal bulan

Senin, 7 Oktober 2019 | 07:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan platform penjualan online alias e-commerce diimbau untuk hanya memasarkan produk lokal khusus di setiap awal bulan. Artinya mereka tak boleh menjual produk asing di tanggal 1 di setiap bulannya.

Hal itu ditegaskan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita di Sarinah, Jakarta, Minggu (6/10/2019). "Kalau satu bulan satu kali saja, satu hari saja, e-commerce hanya memasarkan dan penjualannya untuk produk dalam negeri, itu bermanfaat sekali," ujar Enggar.

Dia menuturkan, penjualan melalui e-commerce adalah cara paling mudah dan murah untuk memajukan bisnis UMKM. Pengusaha mulai dari kadin, asosiasi, dan anak-anak muda diajak untuk merumuskan rencana ini.

Enggar mengaku tidak ingin memberikan larangan karena bisa memancing resistensi dan protes dari luar negeri. Ia berkata ingin semua orang memakai komitmen dan kesadaran untuk mewujudkan hal ini.

Meski tak melarang, Enggar bakal menyiapkan hukuman sosial bagi pihak yang melanggar. Hukumannya adalah dengan cara mengumumkan nama e-commerce yang tidak mengikuti komitmen.

"Bagi mereka yang masih melanggar komitmennya ya kita umumkan ramai-ramai. Hukuman sosial lebih berat dan diasingkan. Nanti kalau namanya Indonesia kita panggil James. Kenapa panggil James? Ya supaya kelihatan asing saja," ujar Mendag.

Untuk rencana awal, Mendag berkata akan melakukan kurasi produk lokal yang dapat dijual di awal bulan itu demi menjaga kepercayaan konsumen. Konsumen diyakini akan makin berpihak pada produk lokal ketimbang impor agar ekonomi RI tetap terjaga di tengah perang dagang.

"Saya rasa pada suatu titik saya yakin kesadaran itu akan semakin meningkat di tengah situasi global yang makin tidak menentu," jelas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: