Produsen motor listrik resmi melantai di BEI

Senin, 7 Oktober 2019 | 14:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Produsen kendaraan listrik, PT Gaya Abadi Sempurna Tbk mencatatkan saham perdana(initial publc offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (7/10/2019). Perseroan tercatat dengan kode saham SLIS sebagai emiten baru ke-39 pada 2019.

Perseroan melepas sebanyak 500 juta setara 25 persen dari modal disetor setelah Initial Public Offering (IPO). Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp115 per saham. Dengan demikian, Gaya Abadi Sempurna akan meraup dana segar Rp57,50 miliar.

Direktur Utama Gaya Abadi Sempurna Edi Hanafiah Kwanto mengatakan dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk membeli bahan baku impor suku cadang produk elektronik dan kendaraan listrik. Dana tersebut juga akan digunakan untuk membayar pinjaman kepada anak usaha, PT Juara Bike yang bergerak di bidang fabrikasi kendaraan listrik.

"Pencatatan saham ini merupakan realisasi dari komitmen manajemen untuk go public melalui mekanisme perdagangan di pasar modal," katanya, Senin (7/10).

Pada perdagangan perdana, saham Gaya Abadi Sempurna melesat 69,57 persen atau 80 poin ke level Rp195 dari harga awal Rp115 per saham. Saham Gaya Abadi Sempurna ditransaksikan sebanyak 3 kali degan volume perdagangan sebanyak 40 lot yang menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp780 ribu.

Saham Gaya Abadi Sempurna terkena auto rejection atas pada sistem perdagangan bursa lantaran harga saham naik drastis. Setelah IPO, komposisi pemegang saham Gaya Abadi Sempurna menjadi PT Selis Investama Indonesia sebesar 71,25 persen, lalu Tjoa King Hoa sebesar 3,75 persen, dan sisanya dimiliki publik sebesar 25 persen. 

Direktur Gaya Abadi Sempurna, Wilson Teoh menuturkan, perseroan akan fokus mengembangkan pasar kendaraan listrik. Target ini sejalan dengan rencana pemerintah meningkatkan penggunaan kendaraan listrik melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik.

"Kami melihat banyak sekali dukungan pemerintah dalam hal ini sejak Perpres Kendaraan Listrik diterbitkan, dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan sudah terjun ikut serta dalam meningkatkan awareness (kesadaran) kendaraan listrik ini," katanya.

Ia menuturkan penjualan kendaraan listrik setiap bulan mencapai 4.000 unit. Namun, penjualan sepeda listrik masih mendominasi sebesar 80 persen setara 3.200 unit, sisanya 800 unit merupakan penjualan sepeda motor listrik.

Dengan dorongan penggunaan kendaraan listrik, ia meyakini penjualan kendaraan listrik mampu tumbuh hingga 1,5 kali atau kurang lebih 10 ribu unit per bulan pada tahun depan.

"Kami sudah merasakan euforia kendaraan listrik ini, dengan euforia itu target kami tahun depan termasuk yang konservatif," imbuhnya.

Guna mengejar target penjualan tersebut, ia bilang, perseroan akan memaksimalkan penjualan melalui online sehingga bisa menjangkau pembeli di luar Pulau Jawa. Saat ini, ia menyatakan penjualan kendaraan listrik mayoritas berada di Pulau Jawa, terutama di Kota Jakarta, Surabaya, dan Solo.

Sejalan dengan peningkatan penjualan, perseroan juga akan meningkatkan kapasitas produksinya. 

Komisaris Independen Hadi Avilla Tamzil mengungkapkan, perseroan baru menggunakan sepertiga dari kapasitas produksinya sebesar 125 ribu per tahun baik sepeda dan sepeda motor listrik. 

"Utilisasi pabrik masih di bawah kapasitas, jadi kami masih punya peluang luas," katanya.

Perseroan tercatat memiliki pabrik kendaraan listrik di Cikupa, Tangerang. Sementara itu, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik produksi Gaya Abadi Sempurna mencapai 40 persen.

Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp400 miliar, dimana per September 2019 perseroan mengklaim telah mengantongi 75 persen dari target penjualan. Sementara itu, perseroan mematok target laba sebesar Rp 20 miliar-Rp 30 miliar.

Sedangkan tahun depan, perseroan mematok pendapatan tumbuh 32,5 persen menjadi Rp530 miliar. Peningkatan pendapatan diyakini bisa mengerek raihan laba sebesar 33,33 persen menjadi Rp 40 miliar. kbc10

Bagikan artikel ini: