Transaksi e-commerce RI tumbuh 12 kali lipat dalam 4 tahun

Senin, 7 Oktober 2019 | 18:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Valuasi sektor e-commerce di Indonesia mengalami peingkatan signifikan. Nilai transaksi diperkirakan mencapai US$21 miliar pada 2019, atau tumbuh 12 kali lipat ketimbang tahun 2015 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 88%.

Data itu berdasarkan laporan e-Conomy SEA yang disusun Google, Temasek dan Bain & Company yang dirilis pekan lalu.

"Sektor ini diperkirakan mencapai US$82 miliar pada tahun 2025," ujar Managing Director Google Indonesia, Randy Mandrawan Jusuf di Jakarta, Senin (7/10/2019).

Randy menyebutkan kehadiran e-commerce memberikan pengalaman berbelanja yang unik, menggabungkan kemeriahan promo dengan unsur hiburan yang selalu memikat hati penggunanya untuk berbelanja.

"Ini dibuktikan dengan kenaikan pencarian terkait  voucher , kupon, dan promosi yang biasanya diberikan oleh pemain e-commerce selama festival belanja, seperti HARBOLNAS (hari belanja online nasional).Menurut Google pencarian tersebut telah meningkat dua kali lipat dalam empat tahun terakhir," terangnya.

Pendorong utama pertumbuhan, kata Randy, masih didominasi oleh kegiatan ekonomi di wilayah Jabodetabek dengan nilai belanja kotor ( gross merchandise value /GMV) senilai US$555 per kapita, jauh lebih tinggi dibandingkan di area non-metro yang hanya menyentuh US$103.

Kondisi ini, lanjut Randy kemungkinan terkait dengan literasi finansial di Indonesia yang belum merata, dimana hanya 42 juta orang telah sepenuhnya menerima layanan perbankan dan keuangan. Sebanyak 47 juta orang lainnya masih "underbanked" atau memiliki rekening bank tetapi tidak cukup memiliki akses kredit, investasi dan asuransi.

Sementara 92 juta lainnya masih tergolong " unbanked " karena tidak memiliki rekening bank.Menurut Randy dengan perkembangan yang cepat - paling cepat di kawasan Asia Tenggara - transaksi e-commerce Indonesia berpotensi mencapai US$130 miliar pada 2025, sehingga berpotensi menarik investor asing.

Namun sejauh ini, pertumbuhan peran investor asing di e-commerce Indonesia, terbilang jalan di tempat."Sebanyak US$1,8 miliar terhimpun di Indonesia sepanjang semester pertama tahun ini, masih sama dengan perolehan semester pertama 2018," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: