Perbankan tak serta merta pangkas bunga kredit, ini alasannya

Selasa, 8 Oktober 2019 | 07:05 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Masyarakat tengah menunggu langkah perbankan untuk menyesuaikan suku bunga kredit, menyusul langkah Bank Indonesia (BI) yang telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin sepanjang tahun ini ke level 5,25%.

Namun demikian, sejumlah perbankan belum juga melakukan hal itu dengan alasan biaya dana belum turun.

Direktur Kepatuhan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), Mahelan Prabantarikso mengatakan, pihaknya belum menyesuaikan suku bunga kredit lantaran suku bunga dana Pihak Ketiga (DPK) di pasar belum turun akibat likuiditas yang ketat dan tingginya persaingan antar bank.

Dia menyebut penyesuaian suku bunga kredit tidak bisa serta merta dilakukan karena banyak faktor lain yang juga harus dicermati. 

"Yang perlu jadi catatan, ketika tahun 2018 BI menaikkan suku bunga acuannya enam kali dari 4,25% menjadi 6,00%, BTN juga tidak serta merta melakukan penyesuaian suku bunga kredit untuk mengendalikan risiko kredit," tutur Mahelan baru-baru ini.

Mahelan menambahkan, penyesuaian suku bunga KPR BTN ke depan akan tergantung pada kondisi pasar terutama terkait biaya dana. Namun, BTN juga tetap berupaya menurunkan cost of fund dengan merekomposisi deposito berbiaya mahal dengan harapan akan dapat melakukan penyesuaian suku bunga kredit ke depannya.

Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk Parwati Surjaudaja juga menyebut, penyesuaian suku bunga kredit tidak bisa dilakukan serta merta begitu suku bunga acuan berubah. Pasalnya, secara total cost of fund OCBC NISP masih  belum turun dibanding bulan sebelumnya.

Meski begitu, Parwati bilag penyesuaian akan dilakukan secara bertahap dan saat ini tahapan itu juga sedang dilakukan bank. Hanya saja, dia tidak menyebutkan total penyesuaian yang sudah dilakukan.

Sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk telah melakukan penyesuaian bunga kredit sebesar 50 basis poin terhitung hingga September 2019. Hal itu menurutnya sejalan dengan bunga acuan.

Dalam melakukan penyesuaian bunga kredit, BRI mengacu pada kondisi likuiditas juga selain daripada suku bunga acuan. “Bunga kredit kami sesuaikan, referensi kami BI rate dan kondisi likuiditas. Ketika itu turun kami akan sesuaikan,” Kata Direktur Keuangan Bank BRI, Haru Koesmahargyo.

PT Bank Mayapada Tbk juga mengaku sudah menyesuaikan bunga kredit sejalan dengan penurunan suku bunga acuan. Penyesuaian itu merata di semua segmen kredit yang disalurkan Mayapada. kbc10

Bagikan artikel ini: