OYO lirik jaringan layanan kos di Indonesia

Kamis, 10 Oktober 2019 | 07:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bisnis indekos di Tanah Air memiliki potensi pasar yang  besar, khususnya di kota-kota besar yang deka dengan perkantoran dan sekolah atau perguruan tinggi.

Pasalnya, saat ini indekos masih menjadi pilihan utama hunian sementara ketimbang menyewa apartemen atau rumah tapak lantaran harganya dinilai lebih terjangkau.

Selain itu, perubahan preferensi kaum millennials yang lebih memilih untuk menghabiskan uangnya untuk mendapatkan pengalaman alih-alih membeli hunian permanen semakin membuat bisnis indekos semakin menggiurkan.

Merespon hal tersebut OYO Hotels and Homes (OYO) memperkenalkan model hospitality menyeluruh dari hulu ke hilir (full stack) untuk mentransformasi bisnis kost melalui peluncuran OYO Life.

OYO Life merupakan produk penyewaan tempat tinggal jangka panjang dari OYO, OYO Life menawarkan pengalaman tinggal yang aman, terstandarisasi, dan terjangkau bagi kaum millenials.

Country Head for Emerging Business OYO Hotels & Homes Indonesia Eko Bramantyo mengatakan saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengembangkan bisnis ke segmen akomodasi jangka panjang guna melayani kebutuhan penyewaan tempat tinggal berkualitas bagi profesional muda dan pelajar.

OYO diketahui telah berhasil berkembang menjadi jaringan hotel terbesar di Indonesia dalam kurun waktu kurang dari setahun dan mencapai ekspansi di 100 kota.

"Peluncuran brand OYO Life ini juga menjadi bagian penting dari komitmen investasi kami sejumlah US$ 300 juta untuk mengembangkan industri hospitality di Indonesia.” katanya di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Menurut Eko, Indonesia menjadi negara ketiga tempat diluncurkannya OYO Life setelah India dan Jepang. Untuk tahap awal setelah peluncuran di Indonesia, OYO Life hadir di 8 kota dengan 2.500 kamar dan ditargetkan akan mencapai 10.000 kamar di lebih dari 10 kota hingga akhir tahun 2019.

Adapun, untuk mencapai target tersebut, Eko menyebut pihaknya menyiapkan dua strategi, yakni menggaet mitra baru atau pemilik indelos yang potensial Kedua, pihaknya akan mempercepat standardisasi sarana dari indekos yang akan bergabung dalam OYO Life.

Eko menjelaskan setiap indekos yang bergabung dalam OYO Life ini difokuska pada kenyamanan dan kemudahan bagi milenial yang melek teknologi, seperti koneksi Wi-Fi, televisi, jasa housekeeping, kamera CCTV, dan juga layanan 24 jam di mana penghuni dapat menghubungi tim OYO Support setiap saat, tanpa biaya tambahan dari harga sewa bulanannya.

Eko mengatakan pemilik indekos tak perlu memikirkan pengelolaan yang selama ini dinilai cukup merepotkan. Pemilik kos hanya perlu berdiskusi di awal tentang terminologi indekosnya, lalu setelah disepakati yang mencakup investasi yang dibutuhkan, mereka tinggal menyerahkan pengelolaan kepada OYO Hotels and Homes.

"Kita akan langsung mulai melakukan perbaikan agar sesuai standar. Pemilik juga tidak akan dipusingkan apabila terjadi masalah karena kami sudah menyediakan layanan untuk menangani hal tersebut," ungkapnya.

Eko menambahkan pihaknya juga menawarkan kemudahan dari sisi teknologi kepada pemilik indekos melalui OYO Operating System, khususnya dalam hal perawatan properti, pembayaran sewa, dan pemasaran.

"Pemilik indekos dapat melakukan pelaporan keuangan dengan mudah sebab pembayaran sudah cashless. Pemilik [indekos] juga bisa melihat jadwal maintenance dengan mudah," ungkapnya.

Selain itu, Eko mengklaim bahwa indekos yang bergabung dalam OYO Life dapat meraih peningkatan okupansi lebih dari 80% hanya dalam waktu 30 hari.

"Kami berani memberikan garansi [untuk itu], OYO Life bukan hanya sebuah platform pencarian atau aggregator properti," tegasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: