'The Shadow Power' dikte sektor pertanian

Kamis, 10 Oktober 2019 | 18:26 WIB ET
Faisal Basri
Faisal Basri

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ekonom senior dari Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri mengingatkan adanya ' The Shadow Power' (kekuatan bayangan) yang mendikte pembangunan sektor pertanian. Alur kerja tanpa kompetensi yang jelas harus disudahi karena merusak tatanan birokrasi.

Faisal menunjuk rencana pembangunan Tanjung Kualanamu, di Sumatera Utara yang akan dijadikan basis ekspor produk pertanian. Persoalaanya , gagasan tersebut bukan inisiatif dari kajian Kemenyerian Pertanian, namun Kementerian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman.

"Ini karena aktivitas dari Pelabuhan Tanjung Kualanamu dinilai sepi," ujar Faisal dalam seminar Ketahanan Pangan di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Faisal mengaku dirinya diundang Kemenko Kemaritiman bersama Agus Pakpahan (mantan Dirjen Perkebunan) dan Bayu Krisnamurthi ( Mantan Wakil Menteri Pertanian) membahas rencana ini. "Sudahlah patuh kepada Presiden . Jangan nyelonong (mengambil alih) ," lugasnya.

Karena itu Faisal meragukan Kementan juga dilibatkan dalam rencana Pelabuhan Tanjung Kualanamu yang ingin dijadikan hub produk ekspor pertanian. Faisal menduga Kemenko Karitiman akan meminta kajian dari lembaga asing untuk dimatangkan.

Faisal mengingatkan dana pembangunan ,termasuk sektor pertanian trendnya sumber pendanaannya semakin menurun. Dibutuhkan sinergitas yang mumpuni di semua kementerian/lembaga pemerintah.

Faisal menceritakan sampai Bank Dunia dipinjam untuk menyampaikan laporan ke Presiden berkaitan prediksi makro ekonomi di tahunn mendatang . "Ada menteri yang tidak berani ngomong pakai Bank Dunia," tandasnya .kbc11

Bagikan artikel ini: