Sasar anak muda, Sushi Tei buka restoran ke-5 di Surabaya

Sabtu, 12 Oktober 2019 | 05:49 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Booming drama atau film Asia serta gaya hidup travelling ke Jepang atau negara lain di kawasan Asia ikut mempengaruhi tren makanan atau restoran Jepang di Tanah Air.

Gaya hidup ini pun direspon para pebisnis kuliner, salah satunya PT Sushi Tei Surabaya, yang membuka restoran Jepang tersebut di Grand City Mall Surabaya.

Ini merupakan restoran Sushi Tei kelima di Surabaya, setelah sebelumnya hadir di Galaxy Mall, Tunjungan Plaza, Pakuwon Mall, dan Ciputra World Surabaya.

Direktur PT Sushi Tei Surabaya, Steven Johnson Tjan mengatakan, restoran di Grand City Mall tersebut berbeda dengan restoran Sushi Tei yang lain, utamanya pada konsep dan desain interior. Desain Sushi Tei di Grand City dibuat lebih menarik dan kekinian agar pengunjung tidak bosan.

"Kita juga terus memperbarui dan menyesuaikan layanan dan konsep restoran Jepang, bahkan harus rela melakukan survei ke Jepang. Karena memang anak-anak muda sekarang ini banyak yang melakukan perjalanan ke luar negeri dan tentu akan mencari tempat makan yang mengikuti perkembangan di sana," katanya di sela pembukaan restoran Sushi Tei Grand City Mall Surabaya, Kamis (10/10/2019).

Tak hanya itu, Steven bilang, chef atau juru masak yang mengolah masakan juga masih asli dari orang Jepang. Ini untuk menjaga rasa tetap terjaga. Pihaknya juga terus menciptakan menu-menu baru. Dalam setahun paling tidak ada sekitar empat menu baru.

"Kapasitas masing-masing restoran beragam untuk 102 orang dengan ukuran ruangan 250 m2 - 450 m2, dan yang paling besar ada di Galaxy Mal," katanya.

Steven mengatakan, secara total di Indonesia hingga kini sudah ada 50 gerai Sushi Tei, yang kebanyakan berada di Jakarta, disusul Medan sebanyak 6 gerai, lalu Surabaya, Bandung, Makassar, Bali, Pekanbaru dan Batam.

"Khusus gerai baru di Grand City yang investasinya mencapai Rp4 miliar ini, kami menargetkan 300 pengunjung per hari. Kami yakin bisa mencapainya, apalagi di Grand City kerap banyak kegiatan pameran/seminar yang mendatangkan banyak orang," jelasnya.

Lebih jauh Steven menyatakan, tahun ini Sushi Tei sudah mengantongi sertifikat halal. Dia mengakui bahwa, tidak mudah untuk mendapat sertifikat tersebut. Sebab, perubahan bahan tentu akan berpengaruh pada rasa asli. Namun, dengan inovasi pihaknya mampu mendapat sertifikat halal dan tetap mampu menjaga rasa asli makanan Jepang.

"Kami mengurus sertifikat halal hampir tiga tahun. Dan tahun ini baru dapat. Nah, dari sertifikat halal itu, pengunjung kami bisa naik tajam. Hingga 40 persen," terangnya.

Di empat yang sama, Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur, Tjahjono Haryono mengatakan, tren pertumbuhan restoran Jepang di Surabaya meningkat sejalan dengan perubahan gaya hidup masyarakat.

Dia menyebut, secara umum pertumbuhan kafe dan restoran di Jatim tahun ini sekitar 20%. Khusus restoran yang menghadirkan menu masakan Jepang masih sekitar 10% - 15%.

"Dalam 2 tahun terakhir ini banyak pemain restoran Jepang masuk ke Surabaya, baik itu segmen menengah ke bawah maupun segmen atas. Ini terjadi memang karena perubahan gaya hidup masyarakat kota, yang dulunya pernah ke Jepang dan ingin mencari makanan itu lagi ya akan mencari restoran Jepang," jelasnya.

Selain itu, katanya, potensi pasar di Surabaya sangat besar karena sudah menjadi kota metropolitan bahkan selalu menjadi jujugan wisatawan domestik dari berbagai daerah sekitar seperti Sidoarjo, Gresik, bahkan dari Solo dan sekitarnya.

"Dengan adanya jalan tol, sangat memudahkan orang Solo, Sragen, Semarang dan daerah Jawa Tengah lainnya untuk datang ke Surabaya. Mungkin di sana belum ada restoran Jepang seperti Sushi Tei. Jadi pasar di Surabaya sangat luas cakupannya sehingga potensi pasar di Surabaya naik 10% - 15%," pungkasnya. kbc7

Bagikan artikel ini: