XL Axiata gandeng BCC Surabaya dorong UKM perempuan melek digital

Minggu, 13 Oktober 2019 | 17:36 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mendorong usaha kecil mikro (UKM) khususnya kaum perempuan di Jawa Timur makin produktif dan berkembang lewat berbagai pelatihan baik secara off line dan online.

Hal ini diwujudkan melalui program Sisternet dengan menggandeng Bloggercrony Community (BCC) Surabaya dalam gelaran pelatihan pemanfaatan teknologi digital.dan dan sarana digital untuk memacu produktifitas bertema “Sister UKM Go Online”, Sabtu (12/10/2019).

Dalam kesempatan kali ini, Bloggercrony Community (BCC) sebagai partner Kelas Literasi Digital Sisternet akan menghadirkan Owner Koleksikikie, Riski Hapsari, dan Founder Bloggercrony Community dan Owner Digital Kreativ Hub, Wardah Fajri sebagai pembicara yang masing-masing membawakan materi “Pemasaran Digital yang Efektif untuk UMKM” dan “Optimasi Medsos UKM dengan Konten Kreatif”.  Peserta yang hadir adalah UKM Perempuan dari area Surabaya dan sekitarnya.

Sisternet Partnership Management PT XL Axiata Astri Mertiana mengatakan, pihaknya terus berkomitmen mendorong UKM perempuan di Jatim melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana yang efektif untuk pemasaran produknya.

"Langkah itu dimaksudkan agar UKM perempuan mendapatkan literasi terkait bisnis mereka. Namun demikian, pihaknya tak bisa jalan sendiri tapi menggandeng komunitas-komunitas UKM perempuan.

“Pelaku UKM harus benar-benar mengerti strategi yang tepat untuk memasarkan produk lewat media sosial. Karena selama ini banyak hal-hal yang belum dimengerti oleh para UKM bagaimana memasarkan produk melalui digital,” katanya di sela pelatihan “Sister UKM Go Online” di Surabaya, Sabtu (12/10/2019).

Surabaya merupakan kota kedua setelah sebelumnya diadakan di Kota Malang akhir Agustus lalu dengan tema yang berbeda.  Untuk kota selanjutnya akan diadakan di Semarang dan Bali dengan tema yang sesuai dengan kebutuhan UKM di area tersebut.

Menurutnya, program tersebut telah menjadi rumah digital bagi perempuan Indonesia untuk belajar tentang digital dan bagaimana dampak positif digital untuk pengembangan usaha.

Dipilihnya UKM Perempuan, Astri bilang, karena kaum perempuan dinilai lebih mudah dan nyaman sharing dengan sesama perempuan, dan cenderung akan lebih terbuka dan penyampaiannya pun lebih mengena.

Selain pelatihan strategi pemasaran secara daring, kata dia, ke depan mereka diberikan pelatihan mengenai bagaimana mengelola keuangan  dengan baik. Terutama dari aspek pembukuannya.

Astri menyebutkan, target edukasi ini akan berlanjut hingga tahun 2020. Hingga saat ini ada sekitar 3.000 UKM yang telah mengikuti pelatihan baik secara offline maupun online. Bahkan ke depan pihaknya akan terus melakukan pendampingan ke UKM perempuan. 

"Bahkan bukan tidak mungkin pasca edukasi seperti ini, jika mereka sudah memahami, nantinya bisa direkomendasikan ke financial institution yang akan bisa kita kolaborasikan, termasuk agar UKM ini bisa mendapatkan financial atau pembiayaan, dan sebagainya," lanjut Astri.

Sisternet juga menyediakan Modul Pintar Sisternet yang berisikan informasi, edukasi dalam bentuk konten video dan konten lain melalui email blast untuk perempuan Indonesia. Jumlah member nya pun sudah cukup besar yakni hampir sebanyak 19.000 perempuan, dan ditargetkan sebanyak 20.000 hingga akhir tahun.

Modul Pintar Sisternet diakuinya dibuat sesuai dengan kebutuhan perempuan. Pengemasannya yang singkat dan padat informasi serta dapat diakses dimanapun dan kapanpun melalui gadget, membuat Modul Pintar mudah dijadikan pendamping belajar bagi Perempuan Indonesia.

Group Head XL Axiata East Region, Bambang Parikesit menjelaskan, banyak UKM yang dimotori kaum perempuan. Namun, banyak di antara mereka ‘gaptek’ atau tidak paham bagaimana memanfaatkan sarana digital yang ada untuk meningkatkan produtivitasnya.

"Karena itu, sesuai dengan bidang yang kami kuasai, Sisternet dan BCC Surabaya ingin sekali membantu teman-teman perempuan pemilik bisnis kecil menengah dengan mengajari mereka menggunakan berbagai sarana digital," jelasnya.

Bambang Parikesit menjelaskan bahwa sejak diperkenalkan pada 2015, Sisternet terus berupaya untuk menjadi pelopor dalam menginisiasi solusi bagi banyak permasalahan sosial yang berkaitan dengan pemberdayaan wanita Indonesia. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari untuk menjembatani kesenjangan digital yang dianggap dapat menjadi akses bagi para perempuan Indonesia untuk terus maju.

Bloggercrony Community (BCC) merupakan komunitas blogger yang mayoritas (70%) anggotanya para perempuan dengan latarbelakang berbeda yang sudah dikaruniai anak ataupun belum. Komunitas ini berdiri sejak 24 Februari 2015 berbasis di Jakarta, dengan anggota tersebar di berbagai daerah di Indonesia seperti  Cirebon, Pekalongan, Bandung, Garut, Semarang, Solo, DIY, Surabaya, Malang, Palembang, Padang, Madura, Banyuwangi, Lamongan, Lombok, Makassar, Kendal, Pemalang,  Lampung, Indramayu, Kalimantan Timur, Denpasar, Medan, Sidoarjo, Bengkulu.  Hal ini kemudian menjadi latarbelakang terciptanya kolaborasi antara Kelas Literasi Digital Sisternet dan Bloggercrony Community (BCC) yang peduli menjadi fasilitator pemberdayaan perempuan Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital saat ini. Harapannya, tingkat “melek digital” kaum perempuan di berbagai daerah di Indonesia akan terus meningkat. kbc7

Bagikan artikel ini: