Beroperasi November 2021, tiket LRT Jabodetabek dibandrol Rp12 ribu

Senin, 14 Oktober 2019 | 05:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah optimis proyek moda transportasi terintegrasi kereta Light Tail Transit (LRT)  Jabodetabek dapat beroperasi November 2021 mendatang.Adapun harga tiket dari Cibubur- Dukuh Atas, dibanderol Rp 12.000 sekali perjalan .

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Sumardi mengatakan seiring menunggu penyelesaian konstruksi fasilitas sarana dan prasarana,uji coba pengoperasian LRT  mulai dilakukan 28 Oktober 2019 mendatang. Uji coba dilakukan selama satu tahun seperti halnya proyek LRT di Palembang yang lebih dahulu beroperasi.

"Sarananya sudah diselesaikan oleh PT INKA, yang mana nantinya akan ada 31 rangkaian (trainset) a. Memang melakukan tes butuh waktu lama, LRT Palembang sekitar 1 tahun," ujar Budi di sela acara pengangkatan kereta LRT di pitstop Stasiun Harjamukti sebanyak satu rangkaian, Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Sebanyak satu rangkaian (trainset) yang terdiri dari enam kereta diangkat ke atas rel menggunakan gantry crane.Pengiriman kereta dari pabrik PT INKA yang terletak di kota Madiun, Jawa Timur menuju Cibubur dilakukan pada Selasa (8/10). Rangkaian dikirimkan melalui jalur darat menggunakan enam buah multiaxle dengan lama pengiriman selama empat hari.Pengiriman dilakukan melalui jalur Tol Trans Jawa dan bekerja sama dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk., dengan jarak tempuh sekitar 643 km

Untuk  progress pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodetabek Tahap I  sampai 4 Oktober 2019 telah mencapai 66,13%.Rincian program pada setiap lintas pelayanannya.sebagai berikut : Cawang-Cibubur sudah rampung 85,7%, Cawang-Dukuh Atas 56,1%, dan Cawang Bekasi Timur 59,5%.

Menhub memperkirakan masyarakat dapat membeli tiket LRT rute Cibubur Dukuh Atas sebesar Rp 12.000 untuk setiap perjalanan. Harga tiket tersebut sudah termasuk subsidi yang diberikan pemerintah, dari harga keekonomian seharusnya dipatok sebesar Rp 25.000."Perkiraannya Rp 12.000. Tapi, bisa saja berubah tapi sementara harganya segitu," kata Budi

Budi  juga menjelaskan pendanaan proyek LRT Jabodetabek ini menggunakan skema proyek kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU). Artinya ada kolaborasi keterlibatan yakni Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian BUMN.

Menurut Budi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) kereta LRT  ditargetkan mencapai 60%. Kapasitas angkut kereta tersebut sekitar 250 orang per gerbong. Adapun LRT akan terdiri dari enam rangkaian, sehingga dalam sekali jalan LRT bisa mengangkut sekitar 1.500 penumpang.  Setidaknya, akan terdapat 31 kereta LRT yang melayani tiga perlintasan pelayanan.

Kesempatan sama, Menko Kemaritiman  Luhut Binsar Panjaitan pihaknya bangga terhadap pencapaian pencapaian INKA beserta TKDN. Luhut pun bangga dan sempat memamerkan hal tersebut pada Presiden Joko Widodo pagi tadi saat keduanya bertemu di Istana Bogor.

Dalam laporannya kepada presiden, Luhut mengaku teknologi LRT ini dapat lebih canggih dari pada MRT atau pun LRT yang di Palembang. Salah satu teknologi yang dimaksud yakni moving block. Dengan teknologi ini , LRT dapat berhenti ketika dalam keadaan darurat . Ini  sebagai opsi, apabila dijalankan tanpa ada masinis.

"Saya lapor ke Presiden dan saya jelaskan, mungkin ada kurang-kurang sedikit. Tapi kata Presiden tidak apa apa ada kurangnya, tapi yang penting buatan Indonesia," ujar Luhut.

Dalam acara tersebut, turut hadir pula Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian Koordinator Kemaritiman Ridwan Djamaluddin, Direktur Jendral Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro, Direktur Utama PT INKA (Persero) BudiNoviantoro, dan Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Budi Harto.kbc11

Bagikan artikel ini: