BPJS Ketenagakerjaan Jatim beri pelatihan vokasi ke naker korban PHK

Selasa, 15 Oktober 2019 | 06:16 WIB ET

BATU, kabarbisnis.com: BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur berencana memberikan pelatihan vokasi untuk tenaga kerja (naker) yang terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK.  Sampai akhir tahun ini, pelatihan ditargetkan bisa terlaksana di empat cabang, yaitu Cabang Surabaya Darmo, Cabang Malang, Cabang Gresik dan Cabang Pasuruan.

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Dodo Suharto mengatakan bahwa program ini adalah penugasan dari pemerintah kepada BPJS Ketenagakerjaan agar pekerja yang terkena PHK bisa kembali bekerja. 

"Harapan kami, hingga akhir tahun program pelatihan vokasi ini sudah terealisasi di empat cabang. Tujuan dari program ini adalah untuk reskilling, upskilling dan job shifting, menjadi penghubung antara demand dan supply di pasar tenaga kerja," tegas Dodo kepada wartawan saat Media Gathering di Batu, Senin (14/10/2019).

Menurutnya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi ketika pekerja yang ter-PHK ingin mengikuti program ini, diantaranya adalah memiliki NIK yang valid dan menjadi peserta JHT, termasuk peserta penerima upah, masa iuran 12 bulan, masih berumur dibawah 40 tahun dan mengalami PHK dalam kurun waktu satu bulan hingga dua bulan. 

"Kami sudah melakukan pemetaan potensi dan melakukan sosialisasi kepada mereka. Hingga saat ini, setiap cabang sudah bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja milik pemerintah dan juga telah bekerjasama dengan satu perusahaan swasta," tambah Asisten Deputi Wilayah Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jatim, Gigih Mulyo Utomo.

Untuk Cabang Surabaya Darmo misalnya, telah bekerjasama dengan UPT. BLK untuk pelatihan administrasi perkantoran, teknisi mobil dan motor, teknisi AC, teknisi komputer dan drafter autocad mechanical. 

"Juga melakukan kerjasama dengan PT Alkon Trainindo Utama untuk melaksanakan pelatihan administrasi dan kearsipan,  manajemen K3 kontraktor serta  manajemen sediaan dan pergudangan," terangnya.

Sementara jumah peserta yang mengikuti pelatihan menurutnya tidak ada batasan, minimal 15 orang sudah bisa dilaksanakan.kbc6

Bagikan artikel ini: